Sore itu, Senin (01/06), suasana di Jalan Suruji, Kelurahan Kepanjen, Kabupaten Malang, terasa tenang. Di antara deretan rumah warga dan aktivitas yang mulai melambat menjelang petang, saya sempat melihat satu tanaman yang menggantung anggun di depan rumah Hj. Ida. Letaknya persis di sebelah timur sebuah toko pakan hewan Aurel Jaya Pet Shop yang berada di RT 12 RW 01. Sekilas, tanaman itu tampak berbeda dari anggrek yang biasa dijumpai.
Dari rumpun daunnya yang memanjang, menjulur tangkai bunga yang sangat panjang dan melengkung ke bawah. Di sepanjang tangkai tersebut berderet puluhan kuntum bunga berwarna hijau kekuningan hingga kecokelatan. Setiap bunga dihiasi corak garis-garis halus yang menambah kesan eksotis. Perpaduan bentuk dan warna itu menghadirkan pesona yang sulit diabaikan, anggun, liar, sekaligus memikat.
![]() |
| Bunga anggrek pandan (Cymbidium finlaysonianum) |
Tanaman tersebut dalam botani dikenal dengan nama ilmiah Cymbidium finlaysonianum, anggrek yang di Indonesia lebih populer dengan nama anggrek pandan. Sebutan ini cukup dikenal terutama di Sumatra. Di Kalimantan Barat, masyarakat mengenalnya dengan nama sakat lidah ular tedung atau lau pandan. Nama-nama lokal tersebut menunjukkan bahwa spesies ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan berbagai komunitas di Nusantara.
Di balik keindahannya, anggrek pandan menyimpan kisah ilmiah yang menarik. Nama genus Cymbidium berasal dari bahasa Yunani, yakni kýmbe yang berarti cangkir, mangkuk, atau perahu, dipadukan dengan akhiran -idion yang bermakna bentuk kecil [
1Merriam-Webster. (n.d.). Cymbidium. In Merriam-Webster.com dictionary. Retrieved June 9, 2026, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/cymbidium
]. Sementara itu, nama spesies finlaysonianum diberikan untuk mengenang George Finlayson (1790–1823), seorang ahli bedah sekaligus naturalis asal Skotlandia [2Puccio, P. (n.d.). Cymbidium finlaysonianum. Monaco Nature Encyclopedia. Retrieved June 09, 2026, from https://www.monaconatureencyclopedia.com/cymbidium-finlaysonianum-2/?lang=en
] yang berkontribusi dalam eksplorasi alam Asia Tenggara.Spesies ini pertama kali dideskripsikan secara ilmiah oleh botanis Inggris John Lindley (1799-1865) pada tahun 1833 dan dipublikasikan dalam karya monumentalnya The Genera and Species of Orchidaceous Plants [
3Lindley, John. (1830). The genera and species of orchidaceous plants. London: Ridgways. https://www.biodiversitylibrary.org/page/51596403
]. Dalam perjalanan sejarah taksonominya, anggrek ini juga pernah dikenal dengan sejumlah nama sinonim, antara lain Cymbidium wallichii, Cymbidium pendulum var. brevilabre, dan Cymbidium tricolor.![]() |
| Tanaman anggrek pandan tumbuh di atas pagar di Jalan Seruji RT 12 RW 01 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang |
Sebagai anggota famili Orchidaceae atau suku anggrek-anggrekan, Cymbidium finlaysonianum memiliki wilayah persebaran yang luas, mulai dari Indo-China hingga kawasan Malesia [
4OrchidRoots. (n.d.). Cymbidium finlaysonianum. OrchidRoots. Retrieved June 10, 2026, from https://orchidroots.com/display/summary/orchidaceae/53174/
]. Di Indonesia, keberadaannya tercatat sebagai anggrek asli yang tumbuh di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku. Habitat alaminya umumnya berada di daerah pesisir dan dataran rendah dengan ketinggian hingga sekitar 300 meter di atas permukaan laut [2Puccio, P. (n.d.). Cymbidium finlaysonianum. Monaco Nature Encyclopedia. Retrieved June 09, 2026, from https://www.monaconatureencyclopedia.com/cymbidium-finlaysonianum-2/?lang=en
]. Ia dapat hidup menempel pada batang pohon sebagai epifit maupun tumbuh di kawasan berbatu yang terbuka.Secara morfologi, anggrek pandan tergolong anggrek berukuran besar. Umbi semunya berbentuk pipih, sementara daunnya tebal dan memanjang menyerupai pita. Namun, daya tarik utamanya terletak pada rangkaian bunga yang menjuntai panjang seperti untaian kembang pengantin. Bunga-bunganya bertekstur tebal menyerupai lilin dengan lima kelopak runcing yang tersusun anggun. Warna kuning kecokelatan yang mendominasi dipadukan dengan bagian lidah bunga berwarna putih menciptakan kontras yang khas dan mudah dikenali.
Tak mengherankan jika keindahan tersebut menjadikan anggrek pandan sebagai salah satu tanaman hias bernilai ekonomi tinggi. Popularitas berbagai jenis anggrek di pasar internasional turut mendorong tingginya permintaan dari sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Korea Selatan, Australia, Vietnam, Kanada, Britania Raya, Brasil, dan Jerman [
5Redaksi. (n.d.). Cymbidium, Anggrek Menawan yang Diincar Pasar Dunia dan Cara Merawatnya. Klik Hijau. Retrieved June 10, 2026, from https://klikhijau.com/cymbidium-anggrek-menawan-yang-diincar-pasar-dunia-dan-cara-merawatnya/
]. Keunikan bentuk bunga serta ketahanannya sebagai tanaman koleksi menjadikan spesies ini memiliki prospek yang menjanjikan dalam perdagangan tanaman hias.![]() |
| Tangkai anggrek pandan (Cymbidium finlaysonianum) yang memanjang dan menjuntai |
Menariknya, manfaat anggrek pandan tidak berhenti pada aspek estetika dan ekonomi. Berbagai kajian etnobotani menunjukkan bahwa tanaman ini juga memiliki nilai budaya yang kuat. Di sejumlah daerah di Kalimantan, masyarakat memeliharanya di sekitar rumah karena dipercaya mampu menangkal gangguan roh jahat [
6The Internet Orchid Species Photo Encyclopedia. (n.d.). Cymbidium finlaysonianum Wall. ex Lindl. 1833 SECTION Cymbidium Hunt 1970. Orchid Species. Retrieved June 09, 2026, from https://www.orchidspecies.com/cymfinlatsoniana.htm
]. Dalam tradisi pengobatan Melayu, anggrek pandan bahkan digunakan oleh tabib sebagai sarana untuk menghilangkan pengaruh sihir sekaligus membantu memulihkan kesehatan [7Socfindo Conservation. (n.d.). Anggrek Pohon Kala. Socfindo Conservation. Retrieved June 09, 2026, from https://www.socfindoconservation.co.id/plant/522
].Penelitian modern pun mulai menyingkap potensi lain dari spesies ini. Kajian yang dilakukan Śliwiński dan kolega pada tahun 2022 [
8Śliwiński, T., Kowalczyk, T., Sitarek, P., & Kolanowska, M. (2022). Orchidaceae-Derived Anticancer Agents: A Review. Cancers, 14(3), 754. https://doi.org/10.3390/cancers14030754
] menunjukkan bahwa ekstrak seluruh bagian tanaman, kecuali bunganya, memiliki aktivitas sitotoksik yang berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker. Meski masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk pengembangan medis, temuan tersebut menambah daftar panjang keistimewaan anggrek pandan.Di balik tangkai bunganya yang menjuntai anggun, Cymbidium finlaysonianum menyimpan lebih dari sekadar keindahan. Ia adalah perpaduan antara pesona alam tropis, kekayaan budaya lokal, nilai ekonomi, dan potensi ilmiah yang terus menarik perhatian. Tak heran, siapa pun yang kebetulan menjumpainya, seperti saya pada sore itu di Jalan Suruji, akan sejenak berhenti, lalu terpikat oleh kecantikannya yang seolah menggantung dari langit. *** [100626]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar