“When we recall the past, we usually find that it is the simplest things - not the great occasions - that in retrospect give off the greatest glow of happiness”. -- Bob Hope
Oleh waktu, rambut boleh memutih dan langkah mungkin tak lagi secepat dulu. Jabatan boleh berubah, profesi boleh berganti, dan kota tempat tinggal bisa terpencar ke berbagai penjuru negeri. Namun, ada satu hal yang tak pernah benar-benar hilang, yaitu kenangan masa muda bersama sahabat seperjuangan.
Suasana itulah yang terasa hangat dalam gelaran “Reuni FISIP 87 UNS: Teman Lama, Kenangan Indah, dan Tawa yang Tak Pernah Pudar” yang berlangsung di Sriwedari Convention Hall, Kusuma Sahid Prince Hotel (KSP) Surakarta, Ahad (14/6). Sejak pagi, halaman dan lobi hotel yang kental dengan nuansa budaya Jawa mulai dipenuhi wajah-wajah yang pernah berbagi bangku kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret angkatan 1987.
![]() |
| Alumni FISIP UNS 87 |
Jarum jam baru menunjukkan pukul 07.30 WIB ketika panitia dari tiga jurusan - Administrasi Negara, Komunikasi Massa, dan Sosiologi - sudah bersiap menyambut kedatangan para alumni. Satu demi satu peserta hadir dari berbagai daerah. Ada yang datang dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Jarak yang selama puluhan tahun memisahkan mereka seolah runtuh dalam hitungan detik ketika sapaan pertama terdengar.
Di lobi hotel berbentuk joglo, para alumni terlebih dahulu mengisi daftar hadir. Namun, prosesi administratif itu segera kalah oleh suasana haru dan gembira. Ada yang saling menatap sejenak untuk memastikan wajah yang kini dihiasi garis-garis usia masih sama dengan sosok teman kuliah puluhan tahun lalu. Ada yang langsung berpelukan, tertawa, bahkan saling meledek dengan gaya khas masa muda yang ternyata masih tersimpan rapi dalam ingatan.
Perjalanan menuju ruang acara di Sriwedari Convention Hall menjadi seperti lorong waktu. Bangunan utama KSP Hotel yang merupakan cagar budaya - bekas Ndalem Kanjeng Pangeran Haryo Kusumoyudo III, putra Sri Susuhunan Pakubuwono X - memberikan nuansa klasik yang selaras dengan tema reuni. Para peserta tidak hanya diajak bernostalgia melalui pertemuan, tetapi juga melalui suasana yang membawa mereka kembali pada jejak-jejak masa lampau.
![]() |
| Banner Selamat Datang Peserta Reuni Alumni FISI UNS 87 di dekat gapura masuk Kusuma Sahid Pince Hotel, Solo |
Kerinduan itu semakin lengkap ketika panitia menghadirkan beragam kuliner khas Solo di area Pantiarjo Convention Hall. Deretan hidangan seperti tengkleng, nasi liwet, salad Solo, cabuk rambak, tenongan, sosis Solo, carang gesing, serabi, hingga es kelapa muda tersaji menggoda. Suasananya lebih menyerupai festival kuliner jadul daripada sebuah acara reuni formal. Di sela menikmati makanan, para alumni kembali membuka lembaran-lembaran cerita lama yang selama ini tersimpan dalam ingatan masing-masing.
Ketika acara resmi dimulai, nuansa kekeluargaan tetap menjadi warna utama. Sambutan Ketua Panitia Adi Sasmito, S.Sos., doa yang dipimpin mantan Ketua Senat FISIP Harris, hingga sambutan para perwakilan jurusan berlangsung cair dan penuh kehangatan.
Dr. Susanto, M.Si., yang kini menjabat Wakil Rektor II UPN Yogyakarta, mewakili Administrasi Negara. Dari Komunikasi Massa hadir Dr. Bono Setyo, M.Si., dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sementara Sosiologi diwakili H. Sarwono, S.Sos., seorang usahawan asal Klodran, Colomadu, Karanganyar.
![]() |
| Sambutan Ketua Panitia Reuni FISIP UNS 87 |
Alih-alih pidato formal yang kaku, ketiganya menghadirkan apa yang bisa disebut sebagai sound of memories, serangkaian kisah yang memantik tawa dan nostalgia. Cerita tentang kehidupan kampus, persahabatan, hingga kisah-kisah asmara yang pernah mewarnai masa kuliah kembali mengemuka.
Salah satu kisah yang mengundang gelak tawa adalah cerita tentang para mahasiswa yang diam-diam menaksir mahasiswi yang sama. Ketika berkunjung ke rumah sang pujaan, mereka sering kali bertemu “saingan” lain yang memiliki tujuan serupa. Kisah sederhana itu menjadi semakin lucu ketika dikaitkan dengan persoalan status sosial yang kala itu dianggap berpengaruh dalam urusan percintaan anak muda.
Tawa yang meledak dari berbagai sudut ruangan membuktikan bahwa kenangan terbaik sering kali bukan berasal dari peristiwa besar, melainkan dari pengalaman-pengalaman sederhana yang pernah dijalani bersama.
![]() |
| Sambutan alumni FISIP UNS 87 yang kini menjadi Menteri Perdagangan RI |
Kesan itu semakin kuat saat layar besar menayangkan video dokumentasi masa kuliah. Foto-foto lama yang dikumpulkan dari berbagai jurusan memperlihatkan wajah-wajah muda yang penuh semangat, kegiatan kampus yang sederhana, hingga momen-momen kebersamaan yang mungkin dulu terasa biasa saja. Namun kini, setelah hampir empat dekade berlalu, setiap gambar memiliki nilai emosional yang tak ternilai.
Di tengah suasana nostalgia tersebut, hadir pula Menteri Perdagangan RI, Dr. Budi Santoso, M.Si., alumni Komunikasi Massa FISIP UNS angkatan 1987. Sebelum acara dimulai, ia sempat menjadi pusat perhatian ketika banyak alumni mengajak berfoto bersama. Namun menariknya, reuni ini tidak berubah menjadi panggung penghormatan kepada seorang pejabat negara. Justru yang tampak adalah seorang sahabat lama yang kembali berkumpul dengan teman-teman seperjuangannya.
Dalam sambutannya, Budi Santoso lebih banyak berbicara tentang perjalanan hidup daripada jabatan yang kini diembannya. Ia mengisahkan bagaimana kariernya dimulai dari bawah, menjadi pegawai biasa, menjalani kehidupan sebagai ASN, terus keluar, hingga akhirnya dipercaya menjadi Menteri Perdagangan.
| Alumni Administrasi Negara 87 FISIP UNS |
Salah satu kalimat yang paling membekas bagi para peserta adalah, “Lusut adalah bagian dari kesuksesan.” Ungkapan sederhana itu seolah merangkum perjalanan hidup banyak orang. Dalam bahasa pergaulan mereka, lusut bisa berarti luput, gagal, tertinggal, atau tidak berhasil meraih sesuatu yang diinginkan.
Namun justru dari pengalaman-pengalaman itulah seseorang belajar, bangkit, dan menemukan jalannya menuju keberhasilan. Bahkan, dalam canda reuni hari itu, ada yang menyebut bahwa mengejar teman kuliah yang disukai pun dulu sering berakhir “lusut”. Gelak tawa pun kembali pecah.
Meski demikian, inti reuni bukanlah kisah sukses individu ataupun pencapaian karier. Yang paling berharga justru adalah kesempatan untuk kembali menjadi diri sendiri di tengah teman-teman lama yang mengenal satu sama lain sebelum segala gelar, jabatan, dan status melekat.
| Alumni Komunikasi Massa 87 FISIP UNS |
Seperti kata komedian Amerika legendaris kelahiran Inggris, Bob Hope (1903-2003):
“Ketika kita mengenang masa lalu, biasanya kita menemukan bahwa hal-hal sederhana - bukan peristiwa besar - lah yang, jika dilihat kembali, memancarkan kebahagiaan terbesar.”
Kutipan itu terasa hidup sepanjang reuni FISIP 87 UNS. Kebahagiaan hari itu tidak lahir dari seremoni, melainkan dari sapaan hangat, pelukan tulus, foto-foto usang yang kembali bercerita, serta tawa yang mengalir tanpa dibuat-buat.
Setelah ishoma, acara dilanjutkan dengan pembagian puluhan doorprize, mulai dari termos, magic com, hingga oven. Namun bahkan ketika acara resmi berakhir, para alumni tampak enggan berpisah. Kelompok-kelompok kecil masih terlihat bercengkerama, bertukar nomor telepon, mengabadikan foto bersama, dan melanjutkan obrolan yang seakan belum selesai sejak mereka meninggalkan kampus puluhan tahun silam.
| Alumni Sosiologi 87 FISIP UNS |
Reuni FISIP 87 UNS akhirnya meninggalkan kesan bahwa persahabatan sejati tidak diukur oleh seberapa sering bertemu, melainkan oleh kemampuan untuk kembali menyambung cerita tanpa merasa asing meski telah dipisahkan waktu yang panjang. Hari itu, para alumni tidak sekadar berkumpul mengenang masa lalu, tetapi juga merayakan perjalanan hidup masing-masing dengan penuh rasa syukur.
Ucapan terima kasih layak disampaikan kepada seluruh panitia penyelenggara yang telah bekerja dengan penuh dedikasi, para donatur yang memberikan dukungan, seluruh alumni FISIP UNS Angkatan 1987 yang meluangkan waktu untuk hadir, serta Menteri Perdagangan RI Budi Santoso yang tetap menyempatkan diri berkumpul sebagai bagian dari keluarga besar FISIP 87. Lebih dari sekadar sebuah reuni, pertemuan ini menjadi pengingat bahwa teman lama, kenangan indah, dan tawa yang tak pernah pudar akan selalu memiliki tempat istimewa dalam perjalanan hidup setiap insan FISIP 87 UNS. *** [150626]





Tidak ada komentar:
Posting Komentar