Rabu, September 02, 2026

Menunggu Jemputan, Menemukan Kesegaran di Eat & Meet Café

  Budiarto Eko Kusumo       Rabu, September 02, 2026
Our favourite restaurant, cafe, noodle joint or eating house is always there for us when we need them, from morning coffee to major milestone, hump day or Fri-yay.” -- Melissa Leong
Panas Banyuwangi terasa masih melekat setelah aktivitas pemeriksaan spirometri di Pendopo Balai Dusun Kalirejo, Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, pada Jumat (28/08). Tenggorokan pun seperti membutuhkan sesuatu yang dingin dan menyegarkan. Namun, perjalanan belum berlanjut. Masih ada waktu untuk menunggu jemputan dari Erlinda Citra, S.Stat., teman Hilda Irawati, S.Stat., semasa kuliah S1 di Departemen Statistika Universitas Brawijaya (UB).
Tujuan berikutnya sudah menanti, yaitu De Djawatan Forest. Sembari menunggu Citra datang, jeda singkat itu dimanfaatkan untuk nongkrong. Research Fellow Raissa Manika Purwaningtias, S.Keb., Bd., M.Sc., Manager CEI Serius Miliyani Dwi Putri, S.K.M., M.Ked.Trop., dan staf Administrasi NIHR UB Hilda Irawati, S.Stat., mengajak saya menikmati waktu luang di Eat & Meet Café.
Ketiganya merupakan personel Tim NIHR UB yang tengah bertugas di Banyuwangi. Selama menjalankan tugas tersebut, mereka menginap di New Surya Hotel Jajag. Tak perlu berjalan jauh untuk mencari tempat bersantai karena di dalam hotel tersebut terdapat Eat & Meet Café.

Eat & Meet Cafe New Surya Hotel di Jalan Yos Sudarso, Dusun Jatisari, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi


Café yang Menyatu dengan Hotel
Eat & Meet Café berada di Jalan Yos Sudarso 02, Dusun Jatisari RT 02 RW 01, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. Café ini menyatu dengan restoran hotel sehingga tidak mengherankan apabila tempat tersebut juga kerap disebut Eat & Meet Café and Resto.
Meski berada di lingkungan hotel, café ini tidak hanya diperuntukkan bagi tamu yang menginap. Pengunjung dari luar pun dapat datang untuk sekadar menikmati makanan dan minuman, bertemu teman, atau mencari tempat beristirahat sejenak.
Salah satu hal yang menarik adalah jam operasionalnya. Eat & Meet Café buka selama 24 jam. Bagi pelancong ataupun siapa pun yang sedang berada di sekitar Jajag, keberadaan café semacam ini tentu menjadi pilihan yang praktis. Tidak harus menginap di hotel untuk bisa duduk santai dan menikmati hidangan yang tersedia.
Pilihan menunya pun cukup beragam. Berbagai minuman segar dan menu kuliner ditawarkan untuk menemani pengunjung, baik yang datang untuk makan maupun sekadar nongkrong.
Dan pada siang yang panas itu, pilihan saya jatuh pada satu menu yang namanya cukup menggelitik rasa ingin tahu, yakni Es Penasaran.

Meja pesan dan bayar menghiasi interior Eat & Meet Cafe


Segelas Es Penasaran di Tengah Panas Banyuwangi
Namanya membuat penasaran. Rasanya pun ternyata memiliki karakter yang menarik. Sekilas, Es Penasaran mengingatkan pada lemon tea. Ada rasa asam segar yang langsung terasa ketika minuman menyentuh lidah. Namun, ia bukan sekadar lemon tea biasa. Ada bahan-bahan lain yang berpadu di dalamnya, memberikan lapisan rasa tambahan sehingga sensasinya terasa lebih kaya.
Perpaduan rasa tersebut membuat Es Penasaran terasa ringan sekaligus menyegarkan. Dinginnya minuman berpadu dengan rasa asam dan manis yang pas, menghadirkan sensasi yang cocok untuk dinikmati setelah berada dalam suasana panas. Segelas Es Penasaran seperti menemukan momentum yang tepat.
Usai menghadiri pemeriksaan spirometri, tubuh tentu membutuhkan sedikit waktu untuk beristirahat. Sembari menunggu jemputan, saya duduk bersama Raissa, Miliyani, dan Hilda. Percakapan ringan mengalir. Tak ada kesan terburu-buru. Perjalanan menuju destinasi berikutnya boleh saja menunggu beberapa saat. Di atas meja, Es Penasaran perlahan berkurang isinya.
Kadang-kadang, kenikmatan sebuah perjalanan bukan hanya terletak pada tempat tujuan. Ada pula kesenangan yang muncul dari hal-hal sederhana, yaitu duduk bersama teman, berbincang tanpa agenda yang rumit, menikmati minuman dingin, dan membiarkan waktu berjalan sedikit lebih lambat.

Empat personil Tim NIHR UB nongki di Eat & Meet Cafe


Ketika Café Menjadi Ruang Persinggahan
Ada alasan mengapa café dan restoran sering kali memiliki tempat khusus dalam ingatan seseorang. Bukan semata karena rasa makanan atau minumannya, tetapi karena tempat-tempat tersebut menjadi saksi berbagai momen.
Di sebuah café, seseorang bisa mengawali pagi dengan kopi. Di tempat yang sama, orang lain mungkin merayakan keberhasilan, bertemu teman lama, menyelesaikan pekerjaan, atau sekadar berteduh dari panasnya hari.
Melissa Leong, seorang penulis makanan lepas Australia, pernah mengungkapkan hal tersebut melalui sebuah kalimat yang terasa begitu dekat dengan pengalaman ini:
“Restoran, kafe, kedai mie, atau rumah makan favorit kita selalu ada saat kita membutuhkannya, mulai dari kopi pagi hingga pencapaian besar, hari puncak, atau hari Jumat.”
Eat & Meet Café hadir bagi saya pada sebuah Jumat yang sebenarnya sederhana. Tidak ada perayaan besar. Tidak pula ada agenda khusus untuk nongkrong. Hanya sebuah jeda di antara kesibukan menjalankan tugas di Banyuwangi dan perjalanan menuju De Djawatan Forest.
Namun, justru dalam jeda itulah pengalaman kecil menjadi berkesan. Ada Raissa, Miliyani, dan Hilda yang kumpul bareng. Ada Erlinda yang sedang dalam perjalanan untuk menjemput. Ada De Djawatan Forest yang menunggu untuk dikunjungi. Dan ada Es Penasaran yang menjadi teman melepas dahaga setelah pemeriksaan spirometri.

Es Penasaran ala Eat & Meet Cafe


Jeda Kecil Sebelum Perjalanan Berlanjut
Tak terasa, waktu menunggu pun berlalu. Gelas Es Penasaran kubawa serta. Perjalanan pun segera berlanjut.
Dari Eat & Meet Café, cerita hari itu belum selesai. Masih ada pepohonan trembesi (Samanea saman) raksasa di De Djawatan Forest yang menunggu untuk dijelajahi.
Namun, sebelum sampai ke sana, ada satu pengalaman kecil yang layak dikenang, yakni nongkrong di sebuah café di dalam hotel di Jajag, menikmati segelas minuman bernama Es Penasaran, sembari bercakap-cakap dengan rekan satu tim dan menunggu jemputan.
Sebab, dalam sebuah perjalanan, terkadang tempat persinggahan justru menjadi bagian dari cerita yang paling menyegarkan. *** [020926]


logoblog

Thanks for reading Menunggu Jemputan, Menemukan Kesegaran di Eat & Meet Café

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog