Selasa, Oktober 20, 2026

Melaleuca bracteata, Daun Wangi yang Beraroma Harum

  Budiarto Eko Kusumo       Selasa, Oktober 20, 2026
Siapa sangka, di pinggir jalan menuju tempat pemeriksaan spirometri, dua pohon kecil berdiri tegak seolah menyapa. Daunnya keemasan, aromanya segar - mengundang siapa saja yang melintas untuk berhenti sejenak dan mencium harumnya.
Pulang dari Masjid Al Huda menuju lokasi pemeriksaan ulang spirometri kedua, langkah saya terhenti. Di depan Perum Griya Samira Sarimulyo, yang berada di Jalan Sraten, Dusun Cempokosari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, dua tanaman yang ditanam di kiri kanan pintu masuk keompleks perumahan tumbuh subur. 
Dedauanannya kuning keemasan, kontras dengan hijau rumput di sekitarnya. Begitu tangan menyentuh daunnya, aroma harum langsung menyeruak - segar, sedikit pedas, mengingatkan pada kayu putih (Melaleuca cajuputi) tetapi dengan karakter yang lebih lembut.

Pohon daun wangi (Melaleuca bracteata) di halaman depan Perum Griya Samira di Dusun Cempokosari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi

Itulah daun wangi, nama akrab tanaman yang di Indonesia lebih sering dijadikan penghias lanskap dan tanaman aromatik ketimbang penghasil minyak. Meski berasal dari genus yang sama dengan pohon penghasil minyak kayu putih, daun wangi punya jalannya sendiri. Warna daun mudanya yang kuning keemasan membuatnya menonjol di antara tanaman lain, sementara aromanya yang khas membuatnya kerap dicari para pencinta tanaman hias.
Nama ilmiahnya Melaleuca bracteata F.Muell. Genus Melaleuca berasal dari bahasa Yunani Kuno dari gabungan kata mélas (μέλας) berarti "gelap" atau "hitam", dan leukós (λευκός) berarti "putih". Konon, penamaan ini muncul karena salah satu spesimen pertama yang dideskripsikan memiliki kulit kayu putih yang menghitam akibat terbakar api. 
Sementara itu, julukan bracteata berasal dari bahasa Latin braktea (daun pelindung), struktur menyerupai daun yang termodifikasi dan terkadang mengelilingi atau menyelubungi bunga. Pada spesies ini, struktur tersebut tampak menonjol dan mudah terlihat [
1Melaleuca bracteata | Australian Plants Society. (n.d.). Australian Plants Society | Resources. Retrieved October 20, 2026, from https://resources.austplants.com.au/plant/melaleuca-bracteata/
].
Nama ilmiah tanaman daun wangi pertama kali dideskripsikan oleh botanis Australia kelahiran Jerman, Ferdinand von Mueller, pada tahun 1858, dan dipublikasikan dalam Fragmenta Phytographiæ Australiæ [
2Mueller, Ferdinand von. (1858). Fragmenta phytographiæ Australiæ (Vol. 1). Melbourne: Auctoritate Gubern. Coloniæ Victoriæ, Ex Officina Joannis Ferres. https://www.biodiversitylibrary.org/page/760521
].
 
Daun wangi (Melaleuca bracteata)

Selain nama binomial, tanaman ini punya segudang nama umum: black tea tree, golden tea tree, river tea tree, bracteate honey myrtle, mock olive, prickly-leaf teatree (Inggris); daun wangi (Indonesia); huángjīn chuàn qián liǔ, qiān céng jīn (China).
Daun wangi termasuk dalam famili Myrtaceae dan berasal dari bioma gurun pasir atau sabana kering di Australia. Ia pohon kecil yang menawan, mampu tumbuh hingga ketinggian 15 meter dengan kulit kayu keras dan pecah-pecah. Cabang-cabangnya ramping dan menjuntai, menyerupai tanaman sikat botol (Callistemon viminalis) yang berkerabat dekat. 
Daunnya pada awalnya berwarna keemasan, lalu berangsur hijau seiring waktu. Daun tersusun berselang-seling, berbentuk lonjong sempit hingga lonjong, dengan ujung tajam. Bunganya kecil, berwarna krem, berbentuk seperti sikat botol mini, dan muncul pada musim semi. Bunga-bunga itu tumbuh tunggal atau berkelompok tiga di dalam setiap braktea.
Di habitat aslinya, tanaman ini tumbuh di sepanjang tepian anak sungai. Karena itu, ia kerap dimanfaatkan sebagai penyedia naungan serta pengendali erosi di tepian sungai dan parit-parit alami. Batang kayunya tergolong kuat dan awet, cocok untuk tiang dan tonggak.
 
Batang dan ranting daun wangi (Melaleuca bracteata)

Namun, daya tarik utamanya tetap pada daun sebagai penghasil minyak atsiri. Minyak ini dipakai dalam industri parfum dan sabun, serta dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas sejumlah insektisida dan antiseptik [
3Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. 2026-10-20.
].
Thang Truong Le et.al. (2025) [
4Le, T. T., Nguyen, T.-D., Nguyen-Van, M.-T., Huynh, T. N. B., Dinh, T.-T., Huynh, C. D. M., Nguyen, P. D. T., Van Ho, T. N., Tran-Van, H., & Hoang, V. (2025). Antifungal mechanisms of Melaleuca bracteata F. Mueall essential oil against Candida albicans: From chemical profiling to molecular targets. European Journal of Integrative Medicine, 80, 102570. https://doi.org/10.1016/j.eujim.2025.102570
] melaporkan bahwa secara tradisional, minyak atsiri daun wangi telah dimanfaatkan karena khasiatnya sebagai antimikroba, antiinflamasi, dan insektisida. Penelitian terkini memperluas potensinya: dari pengobatan kondisi kulit dan infeksi saluran pernapasan, hingga bahan pengawet alami dalam industri makanan dan kosmetik.
Dua pohon di depan Perum Griya Samira itu mungkin hanya secuil dari luasnya manfaat daun wangi. Namun, bagi saya yang baru saja melangkah pulang dari masjid, aroma harumnya cukup untuk mengingatkan bahwa alam selalu punya cara menyapa, bahkan di pinggir jalan desa yang beraspal mulus itu. *** [201026].


logoblog

Thanks for reading Melaleuca bracteata, Daun Wangi yang Beraroma Harum

Newest
You are reading the newest post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog