Kamis, Oktober 08, 2026

Pantai Pancur: Jendela Purba di Ujung Barat Alas Purwo

  Budiarto Eko Kusumo       Kamis, Oktober 08, 2026
“The beach has all the knowledge and wisdom of the sea, because it has witnessed all the stages of the life of the sea and touched every moment, every detail of its life!” -- Mehmet Murat ildan
Di mana sungai kecil berbisik pada laut, dan batu-batu tua menyimpan rahasia zaman, di sanalah Pantai Pancur membuka tirai keindahan yang jarang tersentuh.
Perjalanan ke Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) selalu meninggalkan kesan mendalam. Sebelumnya, saya pernah mengunjungi Pantai Trianggulasi, salah satu permata yang tersembunyi di ujung tenggara Banyuwangi. Namun, TNAP ternyata menyimpan jauh lebih banyak keindahan. 
Selain Pantai Trianggulasi dan keanekaragaman hayati yang khas, masih ada pantai-pantai lain yang menanti untuk dijelajahi. Salah satunya adalah Pantai Pancur, yang saya kunjungi bersama enumerator baseline survey NIHR Global Health Research Centre for Non-Communicable Diseases and Environmental Change (NIHR-GHRC NCDs & EC) Desa Wringinagung, Muhammad Wisnu Nafiri, S.E., pada Selasa (22/09).
Pantai ini terletak di Jalan Brawijaya Nomor 20, Dusun Purworejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldimo, Kabupaten Banyuwangi. Lokasinya tak jauh dari Resor Pancur, sebuah titik yang menjadi gerbang menuju keajaiban alam yang lebih dalam. 
Nama Pancur sendiri berasal dari aliran sungai kecil berair tawar yang membentuk air terjun mini, lalu mengalir perlahan menuju lautan. Dari situlah pantai ini mendapatkan Namanya, sebuah perpaduan unik antara air tawar dan air asin yang bertemu di bibir pantai.

Pantai Pancur di ujung barat Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi

Jejak Vulkanik di Barat Alas Purwo
Pantai Pancur terletak di bagian barat TNAP. Di sinilah bumi seakan membuka “jendela” untuk menyingkap satuan batuan gunung api tua. Batuan tersebut terdiri dari breksi gunung api, aglomerat, dan lava dari Formasi Batuampar. Sebagian breksi gunung apinya bersifat laharan, sementara fragmen lava di dalam aglomerat setempat berupa bom kerakroti. Lava bersusunan andesit-basal yang tersebar cukup luas berwarna kehitaman, terkekarkan, dan sebagian telah terfragmenkan atau terbongkahkan.
Di lokasi ini, kita dapat menjumpai dua satuan batuan yang berbeda: batuan gunung api tua dan batu gamping. Keduanya memperlihatkan urutan pembentukan batuan dari zaman Oligosen ke Miosen. Kehadiran batu gamping juga menandakan bahwa proses vulkanik telah mulai berhenti, sehingga pembentukan batu gamping menjadi optimal [
1Bappeda Provinsi Jawa Timur. (n.d.). Batu Vulkanik Pantai Pancur. Ijen UNESCO Global Geopark. Retrieved October 8, 2026, from https://geopark-ijen.jatimprov.go.id/detail-geosite/batu-vulkanik-pantai-pancur.html
]. Bagi para pencinta geologi, Pantai Pancur adalah laboratorium alam yang tak ternilai harganya.

Pasir putih yang menghampar sekitar 2 kilometer di Pantai Pancur

Pesona yang Masih Alami
Ketika tiba di Pantai Pancur, pengunjung akan disuguhi pantai yang masih sangat alami. Air lautnya biru, berpadu dengan pasir putih yang tersebar berhamburan, seolah bertaburkan dengan warna air laut yang biru. 
Banyak bebatuan yang telah dimakan lumut, beberapa tebing tinggi menjulang, serta dahan-dahan pohon besar yang rindang. Di sekeliling Pantai Pancur, hutan-hutan bagian dari TNAP menjadi benteng alami yang menjaga ekosistemnya.
Suasana siang hari di Pantai Pancur sungguh memikat. Desiran ombak Samudra Indonesia terdengar seperti irama yang tak pernah putus, bersahutan dengan gemericik air tawar dari air terjun kecil yang mengalir menuju pantai. 
Rindangnya pepohonan bagian dari keanekaragaman hayati TNAP menciptakan semesta alam yang tenang, seolah waktu berhenti sejenak untuk membiarkan kita menikmati setiap detiknya. Angin laut yang lembut membawa aroma garam dan dedaunan, menyatu dengan suara alam yang menenangkan jiwa.
Jarak Pantai Pancur dari Pos Rowobendo sekitar 5 km. Namun, setelah tiba di sana, semua lelah perjalanan akan tergantikan oleh pemandangan bibir pantai yang memukau. Pantai ini memiliki garis pantai panjang sekitar 2 km. Sekitar 2 km ke arah utara, kita akan menemukan Gua Istana, sebuah destinasi yang menambah daya tarik kawasan ini. Tidak jauh dari bibir pantai, tersedia tempat untuk berkemah, menjadikannya lokasi yang cocok untuk camping keluarga.

Mushola Al Purwo bergaya panggung serasi dengan lingkungan Taman Nasional Alas Purwo, yang lokasinya dengan halaman parkir Resor Pancur

Fasilitas dan Petualangan
Meskipun masih alami, Pantai Pancur telah dilengkapi berbagai fasilitas untuk wisatawan. Ada persewaan kapal, lahan parkir, tempat penginapan, tempat makan, kamar mandi umum, dan mushola berarsitektur rumah panggung yang khas. Semua ini dirancang untuk membuat kunjungan semakin nyaman, tanpa mengurangi kesan alami yang menjadi daya tarik utamanya.
Setelah berpetualang ke Gua Istana, saya merenung sejenak di tepi Pantai Pancur dan di bawah pohon yang rindang. Ada ujaran (quote) dari Mehmet Murat Ildan, seorang penulis naskah drama, novelis, dan pemikir Turki kontemporer, yang terngiang di benak saya: 
“Pantai menyimpan segala pengetahuan dan kebijaksanaan laut, karena ia telah menyaksikan seluruh tahapan kehidupan laut serta menyentuh setiap momen dan setiap detail dari kehidupannya!” 
Ungkapan itu terasa begitu tepat. Pantai Pancur bukan sekadar tempat wisata; ia adalah saksi bisu dari perjalanan panjang bumi, tempat di mana batuan purba, air tawar, dan samudra bertemu dalam harmoni yang abadi.
Pantai Pancur di Taman Nasional Alas Purwo adalah permata tersembunyi yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan. Ia menyimpan jejak vulkanik purba, menyajikan keindahan alam yang masih perawan, dan memberikan pengalaman spiritual bagi siapa pun yang mau mendengarkan bisikan alamnya. 
Jika Anda mencari destinasi yang mampu menyatukan petualangan, pengetahuan, dan ketenangan, Pantai Pancur adalah jawabannya. Di sana, laut dan sungai berbisik tentang kehidupan, dan batu-batu tua bercerita tentang zaman yang telah lama berlalu. *** [081026]


logoblog

Thanks for reading Pantai Pancur: Jendela Purba di Ujung Barat Alas Purwo

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog