Minggu, Juni 04, 2023

Clerodendrum thomsoniae, Si Nona Makan Sirih

  Budiarto Eko Kusumo       Minggu, Juni 04, 2023
Sambil membelit pohon jeruk purut (Citrus hystrix DC) di halaman depan Sekretariat SMARThealth Kepanjen, tanaman yang memiliki daun mirip sirih dan warna merah di bunga-bunganya yang bergerombol membuat bunga ini mendapat nama nona makan sirih di Indonesia.
Disebut demikian karena tanaman ini memiliki bunga yang merah merona (vermilion). Warna merah dalam mahkota bunga itu menyerupai warna bibir perempuan (nona) yang mengunyah-ngunyah daun sirih. 
Nama ilmiah tanaman nona makan sirih adalah Clerodendrum thomsoniae Balf.f. Nona makan sirih (Clerodendrum thomsoniae) adalah sejenis tanaman hias merambat anggota keluarga Lamiaceae dan genus Clerodendrum.

Bunga nona makan sirih bermekaran di Sekretariat SMARThealth Kepanjen

Dikutip dari laman CABI Digital Library, nama genus Clerodendrum berasal dari bahasa Yunani yang merupakan gabungan dari kata “kleros” dan “dendron”. Kata “kleros” berarti “kebetulan”, “banyak”, atau “takdir”, dan kata “dendron” mempunyai arti “pohon”. Kemungkinan merujuk pada banyak dan kadang-kadang meragukan kualitas obat yang telah ada terkait dengan semak yang gemar memanjat ini [
1Datiles, M. J. and Acevedo-Rodríguez, P. (2022) ‘Clerodendrum thomsoniae (bleeding glory bower)’, CABI Compendium. CABI International. doi: 10.1079/cabicompendium.14337.
].
Sedangkan, spesies “thomsoniae” merupakan tanaman jenis liana atau vine tree, tumbuhan yang batangnya memerlukan penopang dan merambat. Tanaman ini ditemukan oleh Billy (William Cooper Thomson Junior) ketika menjadi misionaris di Calabar, Nigeria selatan. Ayahnya bernama William Cooper Thomson (Senior), seorang anggota Church Missionary Society (CMS) yang pernah melakukan perjalanan dengan ditemani Billy yang pada waktu itu masih berusian dua belas tahun dari Sierra Leone ke Timbo, Ibukota Futah Jallo, di Afrika Barat.
Tanaman tersebut kemudian dinamai Billy sesuai nama istri pertama ayahnya, yaitu Mary Marshall Stewart Thomson yang meninggal pada tahun 1858 [
2https://www.balfron.org.uk/balfron-personalities/william-cooper-thomson/
]. Billy yang kelahiran Sierra Leone merupakan anak dari William Cooper Thomson dengan Alice Thomson [
3https://www.ancestry.com/genealogy/records/william-cooper-thomson-24-4224p1
].
Tanaman ini dikirim Billy dari Calabar kepada John Hutton Balfour, seorang ahli botani Skotlandia, untuk dibudidayakan di Kebun Raya Edinburg (Edinburgh Botanical Garden). Kemudian Balfour mendeskripsikan tanaman tersebut. Awalnya, Balfour menuliskan dengan “thomsonae” lalu diubah menjadi “thomsoniae” sesuai dengan Melbourne ICN Art. 60.12 dan Rek. 60C.1(b) [
1Datiles, M. J. and Acevedo-Rodríguez, P. (2022) ‘Clerodendrum thomsoniae (bleeding glory bower)’, CABI Compendium. CABI International. doi: 10.1079/cabicompendium.14337.
].

Bunga nona makan sirih dengan kelopak merah muda pucat dan mahkota merah merona

Deskripsi tentang spesies Clerodendrum thomsoniae muncul pada The Gardeners’ Chronicle And Agricultural Gazette For 1862 (January 25, 1862: 70) [
4Hooker, Joseph Dalton. [1862]. The Gardeners’ Chronicle And Agricultural Gazette For 1862. London: Bradbury And Evans, Printers, Whitefriars
] dan The Edinburgh New Philosophical Journal, Exhibiting A View Of The Progressive Discoveries Anda Improvements In The Sciences And The Arts (1862:233) [
5Anderson, T., Jardine, W., & Balfour.J.H. (1862). The Edinburgh New Philosophical Journal, Exhibiting A View Of The Progressive Discoveries Anda Improvements In The Sciences And The Arts. Edinburg: Adam And Charles Black. Retrieved from https://www.biodiversitylibrary.org/page/24877654#page/9/mode/1up. Accessed June 03, 2023.
].
Tanaman nona makan sirih (Clerodendrum thomsoniae) ini berasal dari Afrika barat tetapi telah dibudidayakan secara luas di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Beberapa negara memiliki istilah sendiri-sendiri dalam menamai tanaman ini, seperti di Indonesia dikenal denga nona makan sirih.
Bag-flower, bleeding-heart vine, glory tree, tropical bleeding heart (Inggris); prestetre (Norwegia); brokklerodendrum (Swedia); kletternder losstrauch (Jerman); clerodendro-trepador, lágrima-de-cristo (Portugis); tike-pan, taik-pan-gyi (Myanmar) [
6https://www.gbif.org/species/3889087
]; claralisa, clemátida, clerodendron, crendolento, crendolinda, jamaiquina, querendona (Kuba); bandera holandesa, coquisa (Republik Dominika); bandera danesa (Puerto Riko); genpei-kusagi (Jepang) [
1Datiles, M. J. and Acevedo-Rodríguez, P. (2022) ‘Clerodendrum thomsoniae (bleeding glory bower)’, CABI Compendium. CABI International. doi: 10.1079/cabicompendium.14337. [2] https://www.balfron.org.uk/balfron-personalities/william-cooper-thomson/ [3] https://www.ancestry.com/genealogy/records/william-cooper-thomson-24-4224p1
]; corazón herido, gota de sangre, lágrimas de Obando (Kolombia) [
7https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:862437-1/general-information#source-UNAL
]; dan long tu zhu (China) [
8https://rumahsehatherbaholistic.com/nona-makan-sirih-clerodendrom-thomsonae-balf-f/
].
Tanaman nona makan sirih tergolong semak yang bertele-tele (rambling) dan melilit. Pengertian bertele-tele di sini, tanaman itu mengalami peregangan, menyebar, atau tumbuh dengan cara berkelok-kelok atau tidak teratur [
9https://lamiaceae.myspecies.info/taxonomy/term/16001/descriptions
].
Batangnya tumpul segi empat dan puberulen (ditutupi dengan bulu-bulu halus yang tegak). Daunnya berlawanan, berbentuk elips atau lanset dan berwarna hijau tua dengan permukaan atasnya puberulen. Permukaan bawah daun berwarna hijau pucat dan puberulen juga. Bunganya berkelopak merah muda pucat dengan mahkota bunga berwarna merah merona.

Bunga nona makan sirih bermekaran di antara batang-batangnya

Selain memiliki kepentingan florikultura dan hortikultura yang sangat besar, tanaman nona makan sirih telah digunakan dalam pengobatan tradisional. Daun dan bunga nona makan sirih merupakan sumber utama dari beberapa phytocompound yang penting untuk pengobatan. Phytocompound ini melindungi tubuh manusia dari stres oksidatif dengan mekanisme pertahanannya sendiri yang kompeten dan menyembuhkan berbagai penyakit seperti memar, luka, ruam kulit, luka, dan lain-lain. Efek farmakologis lainnya adalah menghilangkan panas dan racun (toksin) dan mengobati radang kronis selaput gendang telinga (tympanitis) pada anak.
Sejumlah penelitian yang menggali dari penggunaan etnomedisin berdasarkan pengetahuan pengobatan tradisional menurut ceritera rakyat (folk medicines) pun dilakukan. Penelitian Pallab Kar et.al (2019) yang terbit di Research in Plant Biology [
10Kar, P., Chakraborty, A. K., Bhattacharya, M., Mishra, T., & Sen, A. (2019). Micropropagation, genetic fidelity assessment and phytochemical studies of Clerodendrum thomsoniae Balf. f. with special reference to its anti-stress properties. Research in Plant Biology, 9(1), 09–15. https://doi.org/10.25081/ripb.2019.v9.3779
] dijelaskan bahwa hasil studi fitokimia Clerodendrum thomsoniae memiliki referensi khusus untuk sifat anti-stresnya. Senyawa bioaktif yang dimiliki Clerodendrum thomsoniae mampu mengurangi depresi.
Sementara itu, penelitian Dr. Muhammd Ashraf V.K, M.Pharm., Ph.D, et.al (2021) dalam Future Journal of Pharmaceutical Sciences [
11Muhammed Ashraf, V.K., Kalaichelvan, V.K., Venkatachalam, V.V. et al. Evaluation of in vitro cytotoxic activity of different solvent extracts of Clerodendrum thomsoniae Balf.f and its active fractions on different cancer cell lines. Futur J Pharm Sci 7, 50 (2021). https://doi.org/10.1186/s43094-021-00206-6
], dikatakan bahwa Clerodendrum thomsoniae mempunyai sitotoksitas yang signifikan terutama untuk garis sel kanker payudara. Temuan ini menunjukkan bahwa Clerodendrum thomsoniae merupakan sumber senyawa aktif yang menjanjikan melawan kanker. *** [040623]


logoblog

Thanks for reading Clerodendrum thomsoniae, Si Nona Makan Sirih

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog