Rabu, Oktober 08, 2025

Dendrobium caesar: Keanggunan yang Menyapa di Batang Rambutan

  Budiarto Eko Kusumo       Rabu, Oktober 08, 2025
In every flower, there is a story of life, and the orchid tells a tale of elegance and grace.” — Virginia Woolf
Sepulang dari menyaksikan Kejuaraan Pencak Silat Antar Pelajar Se-Malang Raya “GANESHA Cup 2” yang berlangsung meriah di SMA Negeri 1 Sumberpucung pada Ahad (05/10), saya diajak Penanggung Jawab Penyakit Tidak Menular (Pj PTM) Puskesmas Gondanglegi, Ilham Tri Wicaksa, A.Md.Kep., singgah di rumah mertuanya. 
Lokasinya tak jauh dari sekolah tersebut, masih berada dalam lingkup Dukuh Mentaraman RT 31 RW 08, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang - lingkungan yang masih asri dan bersahabat.

Sekumpulan bunga anggrek Dendrobium caesar sedang bermekaran di Dusun Mentaraman, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang

Begitu tiba di halaman, belum sempat kaki melangkah masuk ke dalam rumah, pandangan saya langsung tertarik oleh suatu keindahan yang memesona, yaitu mekarnya bunga anggrek yang tampak mencolok di batang pohon rambutan (Nephelium lappaceum). Warnanya merah muda, dengan bentuk kelopak semi-bergelombang hingga semi-keriting - memancarkan keanggunan alami yang jarang saya temui.
Batangnya menyerupai tebu - tebal, kokoh, dan panjang. Umbi semunya tumbuh dengan sehat, sementara daun-daunnya menjuntai dengan warna hijau mengilap, kadang diselingi semburat merah pada tunas-tunas barunya. Tampak jelas, anggrek ini tumbuh subur dan produktif, memanfaatkan sirkulasi udara alami dan pencahayaan matahari yang cukup - kombinasi ideal bagi tanaman epifit.
Inilah dia, Dendrobium caesar - salah satu hibrida anggrek yang terdaftar resmi di Royal Horticultural Society (RHS) sejak tahun 1937 oleh Nagrok. Bunga ini merupakan hasil persilangan antara Dendrobium striaenopsis (sinonim dari Dendrobium bigibbum var. schroederianum) dan Dendrobium stratiotes. Masing-masing induknya menyumbangkan 50% kontribusi genetik, menjadikan caesar sebagai perpaduan seimbang antara kecantikan dan ketahanan [
1Orchid Roots. (n.d.). Dendrobium Caesar, Nagrok 1937 (RHS). Orchid Roots. Retrieved October 05, 2025, from https://orchidroots.com/display/summary/orchidaceae/100086975/
].

Bunga anggrek Dendrobium caesar berwarna merah muda, semi-bergelombang dan semi-keriting

Nama "Dendrobium" sendiri berasal dari bahasa Yunani “dendron” (pohon) dan “bios” (hidup), menegaskan sifat epifit tanaman ini yang hidup menempel pada pohon. Sedangkan "caesar" - sebuah julukan yang mengingatkan kita pada Julius Caesar, sang kaisar Romawi legendaris - mungkin disematkan karena penampilannya yang kokoh, megah, namun tetap elegan.
Anggrek ini bukan sekadar tanaman hias. Ia adalah manifestasi dari keanggunan alami, sekaligus lambang ketekunan dalam perawatan. Meski tidak tercatat memiliki nilai etnobotani atau khasiat dalam pengobatan tradisional seperti Dendrobium nobile dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok, kehadiran Dendrobium caesar tetap membawa "kegunaan" tersendiri: memberi keindahan, kedamaian, dan prestise bagi siapa pun yang menatap dan merawatnya.
Sebagaimana diungkapkan oleh Adeline Virginia Woolf (1882-1941), seorang penulis Inggris dan salah satu penulis modernis paling berpengaruh pada abad ke-20:
“Di setiap bunga, ada kisah kehidupan, dan anggrek menceritakan kisah keanggunan dan keanggunan.”
Pseudobulb dan daun anggrek Dendrobium caesar 

Dan benar adanya. Di halaman rumah mertua Pj PTM Gondanglegi di Dukuh Mentaraman itu, Dendrobium caesar telah bercerita. Tentang keindahan yang tidak dibuat-buat. Tentang keteduhan yang hadir tanpa diminta. Dan tentang kesederhanaan yang menyimpan kemewahan alami.
Melihatnya mekar hari itu, saya tak hanya singgah di rumah mertua Pj PTM namun sesungguhnya juga singgah pada sebuah momen kehidupan yang membawa ketenangan dan kekaguman tersendiri. Mungkin, lain waktu, saya akan kembali… bukan sekadar untuk berkunjung, tetapi untuk mendengar kisah yang diceritakan anggrek itu sekali lagi. *** [081025]


logoblog

Thanks for reading Dendrobium caesar: Keanggunan yang Menyapa di Batang Rambutan

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog