Sabtu, Januari 03, 2026

Makan Siang di KANTIN at Jewel Changi: Jejak Rasa Borneo di Tengah Perjalanan

  Budiarto Eko Kusumo       Sabtu, Januari 03, 2026
Food for us comes from our relatives, whether they have wings or fins or roots. That is how we consider food. Food has a culture. It has a history. It has a story. It has relationships.” -- Winona LaDuke
Kembali dari Free Singapore Tour selama kurang lebih 2,5 jam, langkah kami terasa sedikit melambat. Bukan karena lelah semata, melainkan karena waktu telah tepat menginjak jam makan siang. Tim NIHR Universitas Brawijaya (UB) - Fildzah Cindra Yunita, S.Kep., MPH; Dwi Sari Puspaningtyas, MSPH; Raissa Manika Purwaningtias, S.Keb.Bd., M.Sc.; Dr. Phil. Anton Novenanto, S.Sos., M.A.; Ismiarta Aknuranda, S.T.; dan saya - sepakat mencari tempat makan yang bukan sekadar mengenyangkan, tetapi juga memberi pengalaman. Pilihan itu akhirnya jatuh pada KANTIN at Jewel Changi.
Terletak di lantai lima Jewel Changi Airport, Singapura, KANTIN at Jewel Changi bukanlah tempat makan bandara pada umumnya. Restoran ini menawarkan perjalanan kuliner yang kaya cita rasa, terinspirasi oleh warisan budaya Borneo (Kalimantan).
 
KANTIN at Jewel Changi, Singapore Changi Airport

Ruang makannya terbuka dan kasual, dengan pencahayaan alami yang melimpah serta dekorasi bernuansa rotan yang hangat, menciptakan suasana bersantap yang santai namun berkelas. Inilah restoran pertama di Singapura yang secara khusus menangkap esensi warisan budaya Borneo yang memesona.
Di Jewel, Emily Yii - salah satu pendiri KANTIN - terpikat oleh cahaya alami di lantai atas mal yang berpadu sempurna dengan identitas restoran bertema hutan hujan. Mengambil inspirasi dari tradisi lebih dari 300 suku pemburu di seluruh pulau Borneo, KANTIN bukan sekadar restoran Asia Tenggara. Ia adalah gerbang kuliner menuju salah satu hutan hujan tertua di dunia.
Kesan pertama yang langsung menonjol saat Tim NIHR UB berkunjung adalah bagaimana KANTIN memadukan rasa hormat yang mendalam terhadap masakan Borneo dan tradisinya ke dalam pengalaman bersantap kontemporer.
 
Pramusaji ganteng bawakan iced lemon tea

Metode fermentasi kuno, teknik memasak lambat dengan bambu (pansuh), memanggang dengan api terbuka, hingga penggunaan rempah-rempah aromatik liar. Semuanya diambil dari praktik suku yang diwariskan lintas generasi. Hasilnya terasa sangat tradisional, namun tetap segar dan orisinal.
Enam personel Tim NIHR UB pun mulai memesan menu dari daftar yang disodorkan pramusaji berseragam hitam. Beberapa menu populer seperti salmon dan laksa menjadi pilihan sesuai selera masing-masing. Pada kesempatan itu, saya menjatuhkan pilihan pada grilled squid (sotong bakar) seharga $18, ditemani iced lemon tea seharga $7.
Dengan tekstur lembut dan rasa yang khas, sotong memang memiliki beragam cara pengolahan. Di KANTIN, sotong dibakar dengan api kecil hingga sedang menggunakan rempah-rempah khas Sarawak, menghasilkan aroma dan rasa yang menggugah. Disajikan dengan kuah kecap cair serta taburan daun ketumbar, hidangan ini tidak hanya memanjakan lidah saya, tetapi juga seolah memanggil perhatian para foodie di meja-meja sekitar.

Tim NIHR UB bersantap siang di KANTIN at Jewel Changi usai mengikuti Free Singapore Tour

Pengalaman bersantap di KANTIN at Jewel Changi terasa sejalan dengan ungkapan Winona LaDuke, seorang aktivis lingkungan (environmentalis) Amerika:
“Bagi kami, makanan berasal dari kerabat kami, entah mereka bersayap, bersirip, atau berakar. Begitulah cara kami memandang makanan. Makanan memiliki budaya. Makanan memiliki sejarah. Makanan memiliki cerita. Makanan memiliki hubungan.”
Di KANTIN, makanan memang tidak hadir sebagai sajian semata, melainkan sebagai cerita, tentang hutan, manusia, dan tradisi yang hidup berdampingan.

Grilled Squid ala KANTIN at Jewel Changi, Singapore

KANTIN at Jewel Changi buka setiap hari pukul 10.00 - 23.00 (Senin - Jumat) dan 10.00 - 24.00 (Sabtu - Minggu). Reputasinya sebagai restoran hipster urban Borneo kian menguat setelah meraih ASEAN Food & Travel Awards (2022), Sarawak Hornbill Tourism Awards (2024), serta menjadi Asia’s Best New Restaurant Nominee (2025).
Makan siang kami di KANTIN pun berakhir bukan hanya dengan perut kenyang, tetapi juga dengan rasa puas, seolah perjalanan singkat ke Singapura itu sempat membawa kami singgah sejenak ke jantung Borneo, lewat sepiring rasa dan sepotong cerita. *** [030126]


logoblog

Thanks for reading Makan Siang di KANTIN at Jewel Changi: Jejak Rasa Borneo di Tengah Perjalanan

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog