Rabu, Juli 29, 2026

Lantana montevidensis, Tembelekan Berbunga Ungu

  Budiarto Eko Kusumo       Rabu, Juli 29, 2026
Sore mulai menjemput ketika saya melangkah keluar dari kawasan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB). Setelah setengah hari mengikuti Diseminasi Farmakogenetika dalam Personalisasi Terapi Antihipertensi di Aula Kantor Kelurahan Kepanjen, saya menumpang mobil Tim Peneliti Farmasi FKUB menuju Kantor NIHR UB di Gedung A lantai 5 FKUB. Pulangnya, saya memutuskan berjalan santai ke Malang Town Square (Matos), sekadar menikmati keramaian saat jam kerja kantoran mulai usai.
Di depan pusat perbelanjaan itu, kendaraan terus mengalir di Jalan Veteran. Deretan tanaman hias membatasi trotoar dari badan jalan, menjadi ruang hijau kecil yang mungkin luput dari perhatian kebanyakan orang. Namun, di antara hamparan dedaunan itu, seberkas warna ungu seolah memanggil mata untuk berhenti.
Tanaman itu menjalar ke bawah, mengikuti kontur pembatas taman hingga hampir menyentuh lantai trotoar. Puluhan kuntum bunga mungil berkumpul membentuk bulatan-bulatan kecil, bergoyang pelan setiap kali angin dari kendaraan yang melintas menyapanya. Warnanya lembut, perpaduan ungu muda, putih, dan semburat kuning di bagian tengah. Tidak mencolok seperti bougenvil, tidak pula semegah anggrek, tetapi justru memancarkan pesona yang tenang.
Saya mendekat. Dari jarak dekat, keindahannya ternyata jauh lebih rumit daripada yang tampak dari kejauhan. Setiap kepala bunga tersusun atas belasan bunga kecil yang tidak mekar bersamaan. Mahkota di bagian tepi membuka lebih dahulu, sementara kuntum di bagian tengah masih rapat menunggu giliran. Dalam satu bulatan bunga, tersimpan fase-fase kehidupan yang berlangsung serempak - lahir, mekar, lalu perlahan menua.

Bunga tembelekan warna ungu (Lantana montevidensis)

Tanaman itu adalah tembelekan berbunga ungu, yang oleh ahli botani dikenal sebagai Lantana montevidensis (Spreng.) Briq.
Di Indonesia, nama tembelekan lebih sering melekat pada kerabatnya yang berbunga merah, jingga, atau kuning, yaitu Lantana camara. Karena itu, banyak orang tidak menyadari bahwa bunga ungu yang menjuntai indah di taman-taman kota juga masih satu keluarga. Sebagian menyebutnya lantana merambat atau lantana ungu, merujuk pada kebiasaannya tumbuh mendatar membentuk hamparan rapat.
Batangnya lentur. Batang mudanya menjalar mengikuti permukaan tanah atau menggantung anggun dari pot dan dinding taman. Daunnya kecil, berwarna hijau tua, sedikit berbulu, dengan aroma khas ketika diremas. Sementara itu, bunganya hadir hampir sepanjang tahun, menjadikan tanaman ini selalu tampak hidup meski musim berganti.
Keanggunan itulah yang membuat Lantana montevidensis ditanam di berbagai penjuru dunia sebagai tanaman penutup tanah maupun penghias taman gantung. Ia tahan terhadap panas, tidak membutuhkan banyak air, dan tetap berbunga ketika banyak tanaman lain mulai kehilangan pesonanya.
Namun, sebagaimana banyak tumbuhan yang tampak jinak, ia juga memiliki kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Di sejumlah wilayah beriklim hangat, Lantana montevidensis mampu menyebar cepat hingga dikategorikan sebagai spesies invasif. Meski demikian, daya jelajahnya masih dianggap lebih rendah dibandingkan kerabat dekatnya, Lantana camara, yang telah lama dikenal sebagai salah satu gulma invasif paling agresif di kawasan tropis.

Daun tembelakan bunga ungu (Lantana montevidensis)

Nama ilmiahnya menyimpan cerita yang melintasi benua dan waktu. Kata Lantana berasal dari bahasa Latin yang digunakan untuk menyebut tanaman viburnum [
1Merriam-Webster. (n.d.). Lantana. In Merriam-Webster.com dictionary. Retrieved July 28, 2026, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/lantana
] karena kemiripan bentuk bunganya [
2Oxford Plants 400. (n.d.). Plant 86: Lantana camara L. (Verbenaceae). The BRAHMS Project, University of Oxford, Department of Plant. Retrieved July 29, 2026, from https://herbaria.plants.ox.ac.uk/bol/plants400/Profiles/KL/Lantana
]. 
Sementara itu, kata montevidensis berarti "berasal dari Montevideo", ibu kota Uruguay [
3PlantFile. (n.d.). Lantana montevidensis. PlantFileonline. Retrieved July 29, 2026, from https://plantfileonline.net/plants/plant_details/67
]. Nama itu menjadi penanda geografis yang mengingatkan bahwa tanaman ini berasal dari bentang alam Amerika Selatan, yang meliputi Bolivia, Paraguay, Brasil bagian selatan, Uruguay, hingga Argentina.
Meski namanya merujuk pada Montevideo, perjalanan ilmiahnya justru bermula dari Bolivia. Pada tahun 1825, ahli botani Jerman Curt Polycarp Joachim Sprengel (1766-1833) mendeskripsikan spesies ini sebagai Lippia montevidensis berdasarkan koleksi tumbuhan dari negeri tersebut [
4Linné, Carl von, Sprengel, Kurt Polycarp Joachim, & Sprengel, Anton. (1825). Caroli Linnæi ... Systema vegetabilium (Vol. 2). Gottingae: Sumtibus Librariae Dieterichianae. https://www.biodiversitylibrary.org/page/2922002
]. 
Hampir delapan puluh tahun kemudian, ahli botani Swiss John Isaac Briquet (1870-1931) meninjau ulang hubungan kekerabatannya dan memindahkannya ke dalam genus Lantana. Sejak saat itulah nama Lantana montevidensis diterima sebagai nama ilmiah yang sah [
5Conservatoire et jardin botaniques de la ville de Genève. (1904). Annuaire du Conservatoire et du jardin botaniques de Genève (Vol. 6). Genève: Conservatoire botanique. https://www.biodiversitylibrary.org/page/36501252
].
Dalam sejarah botani, tanaman ini juga pernah dikenal sebagai Lippia sellowiana maupun Lantana sellowiana, sebuah penghormatan kepada penjelajah dan ahli botani Jerman Friedrich Sellow. Namun, sesuai aturan tata nama ilmiah, nama yang pertama kali dipublikasikan memiliki prioritas sehingga Lantana montevidensis tetap dipertahankan hingga sekarang [
6San Marcos Growers. (n.d.). Lantana montevidensis - Purple Trailing Lantana. San Marcos Growers. Retrieved July 29, 2026, from https://www.smgrowers.com/products/plants/plantdisplay.asp?plant_id=924
].
Nama boleh berubah mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi bunga ungu kecil itu tetap tumbuh dengan cara yang sama, seolah tidak pernah peduli pada perdebatan para ahli.

Tanaman tembelekan bunga ungu (Lantana montevidensis) di depan Malang Town Square (Matos)

Bagi masyarakat di daerah asalnya, tanaman ini bukan sekadar penghias halaman. Selama bergenerasi-generasi, daun Lantana montevidensis dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi gangguan saluran pernapasan, penyakit kulit, hingga keluhan pencernaan [
7Racheal. (2025, March 8). The Medicinal Benefits of Lantana Montevidensis: A Natural Healing Herb. Miyonga Fresh; Blogger. https://www.miyongafreshgreens.co.ke/2025/03/the-medicinal-benefits-of-lantana_8.html
]. Pengetahuan yang diwariskan dari pengalaman tersebut perlahan mulai mendapat perhatian para peneliti modern.
Penelitian yang dilakukan Barros dan kolega pada 2017 menunjukkan bahwa ekstrak serta minyak atsiri daun Lantana montevidensis memiliki aktivitas antibakteri dan berpotensi meningkatkan efektivitas antibiotik terhadap infeksi tertentu. Ekstrak metanol daunnya juga memperlihatkan aktivitas antiinflamasi, antipiretik, analgesik, antioksidan, serta antibakteri.
Kajian fitokimia kemudian menemukan bahwa fraksi flavonoid tanaman ini mampu menghambat pertumbuhan beberapa jenis sel kanker pada pengujian laboratorium, termasuk adenokarsinoma lambung, karsinoma uterus, dan melanoma [
8Barros, L. M., Duarte, A. E., Waczuk, E. P., Roversi, K., da Cunha, F. A. B., Rolon, M., Coronel, C., Gomez, M. C. V., de Menezes, I. R. A., da Costa, J. G. M., Boligon, A. A., Hassan, W., Souza, D. O., da Rocha, J. B. T., & Kamdem, J. P. (2017). SAFETY ASSESSMENT AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF LANTANA MONTEVIDENSIS LEAVES: CONTRIBUTION TO ITS PHYTOCHEMICAL AND PHARMACOLOGICAL ACTIVITY. EXCLI Journal, 16, 566–582. https://doi.org/DOI:10.17179/excli2017-163
].
Temuan tersebut diperkuat oleh penelitian El-Din dan kolega pada 2022 yang mengungkap kekayaan senyawa fenolik, flavonoid, iridoid, dan triterpen dalam Lantana montevidensis. Berbagai senyawa itu menunjukkan aktivitas antioksidan, antibakteri, dan antiprotozoa, sekaligus membuka peluang penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan kandidat senyawa antikanker [
9El-Din, M. I. G., Fahmy, N. M., Wu, F., Salem, M. M., Khattab, O. M., El-Seedi, H. R., Korinek, M., Hwang, T.-L., Osman, A. K., El-Shazly, M., & Fayez, S. (2022). Comparative LC–LTQ–MS–MS Analysis of the Leaf Extracts of Lantana camara and Lantana montevidensis Growing in Egypt with Insights into Their Antioxidant, Anti-Inflammatory, and Cytotoxic Activities. Plants, 11(13), 1699. https://doi.org/10.3390/plants11131699
].
Tentu saja, seluruh temuan tersebut masih berada pada ranah penelitian praklinis. Jalan menuju pemanfaatan klinis masih panjang. Namun, setiap penelitian baru menegaskan bahwa tanaman yang sering dipandang sekadar penghias taman ternyata menyimpan kekayaan kimia yang jauh lebih kompleks daripada penampilannya. *** [290726]


logoblog

Thanks for reading Lantana montevidensis, Tembelekan Berbunga Ungu

Newest
You are reading the newest post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog