Di penghujung Mei 2026, hamparan lahan bekas pabrik sitrun di Kepanjen, Kabupaten Malang, yang berada di samping Sekretariat NIHR SMARThealth Banurejo, menyuguhkan lebih dari sekadar perjumpaan dengan kupu-kupu jarak siku (Ariadne ariadne). Di antara semak dan gulma yang tumbuh tak beraturan, tampak sosok tanaman liar yang mudah terlewatkan oleh mata kebanyakan orang. Tanaman itu dikenal dengan nama tamoenju, atau secara ilmiah Hibiscus surattensis L.
Sekilas, penampilannya mengingatkan pada rosela (Hibiscus sabdariffa). Bunganya yang berwarna kuning dengan bagian tengah gelap juga menyerupai bunga waru (Talipariti tiliaceum). Namun, berbeda dengan keduanya, tamoenju merupakan tumbuhan herba yang tumbuh menjalar atau merambat. Ia menyukai tempat-tempat lembap yang jarang terurus, tumbuh berdampingan dengan berbagai jenis gulma tanpa memerlukan perhatian manusia.
![]() |
| Kuncup bunga tamoenju (Hibiscus surattensis) |
Keberadaan tamoenju di lahan terlantar bekas pabrik itu menjadi pengingat bahwa alam selalu menemukan cara untuk menghidupkan kembali ruang-ruang yang ditinggalkan. Di sela rerumputan dan semak liar, tanaman ini membentuk jalinan hijau yang sederhana, tetapi menyimpan kisah panjang tentang sejarah, persebaran, dan manfaatnya bagi manusia.
Nama ilmiah Hibiscus surattensis memiliki latar belakang yang menarik. Kata Hibiscus berasal dari istilah Yunani kuno ibiskos, nama yang digunakan ahli botani Yunani, Pedanius Dioscorides, untuk menyebut tanaman yang kini dikenal sebagai marshmallow (Althaea officinalis) [
Sebagai anggota famili Malvaceae atau suku kapas-kapasan, tamoenju memiliki wilayah persebaran yang luas, mulai dari Afrika, Anak Benua India, Tiongkok, hingga Asia Tenggara. Tanaman ini juga termasuk flora asli Indonesia yang telah lama beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan tropis.
Yang paling menarik, tanaman liar ini menyimpan potensi besar sebagai tanaman obat. Secara turun-temurun, masyarakat Kaili di Sulawesi Tengah memanfaatkan tamoenju sebagai bahan pengobatan herbal [
Tidak hanya berguna di bidang kesehatan, tamoenju juga memiliki nilai estetika. Bunganya yang cerah dan bentuk pertumbuhannya yang unik membuat tanaman ini layak dipertimbangkan sebagai tanaman hias. Di beberapa daerah, tanaman ini juga dipelihara untuk dimanfaatkan serat daunnya yang mengandung koagulan karet [
1Stuart Jr., G. U. (n.d.). Labuag/Sapinit/Hibiscus bifurcatus: Philippine Herbal Therapy/Philippine Alternative Medicine. StuartxChange. Retrieved June 07, 2026, from https://www.stuartxchange.com/Labuag.html
, 2Merriam-Webster. (n.d.). Hibiscus. In Merriam-Webster.com dictionary. Retrieved June 6, 2026, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/hibiscus
]. Sementara itu, epitet surattensis merujuk pada Kota Surat di negara bagian Gujarat, India, yang menjadi lokasi tipe spesies tersebut [3Grokipedia. (n.d.). Senna surattensis. Grokipedia. Retrieved June 07, 2026, from https://grokipedia.com/page/senna_surattensis
].Nama ilmiah ini pertama kali dipublikasikan oleh ahli botani Swedia Carolus Linnaeus (1707-1778) dalam karya monumentalnya Species Plantarum pada tahun 1753 [
4Linné, Carl von, & Salvius, Lars. (1753). Caroli Linnaei ... Species plantarum: exhibentes plantas rite cognitas, ad genera relatas, cum differentiis specificis, nominibus trivialibus, synonymis selectis, locis natalibus, secundum systema sexuale digestas... Tomus II). Holmiae: Impensis Laurentii Salvii. https://www.biodiversitylibrary.org/page/358580
].Di berbagai belahan dunia, tanaman ini dikenal dengan beragam nama. Masyarakat berbahasa Inggris menyebutnya comfort root, bush sorrel, atau wild sour. Di Prancis dikenal sebagai oseille de Malabar, sedangkan di Indonesia lebih akrab dengan nama tamoenju. Di Filipina, tanaman ini disebut sabnit, sagmit, atau sapinit, sementara masyarakat Laos mengenalnya sebagai song fai keua.
![]() |
| Bunga tamoenju (Hibiscus surattensis) yang sepintas seperti bunga pohon waru |
Sebagai anggota famili Malvaceae atau suku kapas-kapasan, tamoenju memiliki wilayah persebaran yang luas, mulai dari Afrika, Anak Benua India, Tiongkok, hingga Asia Tenggara. Tanaman ini juga termasuk flora asli Indonesia yang telah lama beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan tropis.
Meski kerap dianggap gulma, tamoenju sebenarnya memiliki nilai guna yang tinggi. Basis data Nigerian Medicinal Plants and Phytochemicals Database (NMPP-DB) [
5NMPPDB. (n.d.). Hibiscus surattensis. NMPPDB. Retrieved June 07, 2026, from https://nmppdb.com.ng/species-details?specy= hibiscus-surattensis
] mencatat bahwa daun muda dan kelopak bunganya yang bercita rasa asam dimanfaatkan sebagai sayuran maupun bahan penambah rasa pada sup dan rebusan di sejumlah wilayah Afrika Barat serta Asia Tenggara. Di India, daunnya bahkan digunakan sebagai bahan pewarna tradisional.Dari sisi ekologi, keberadaan tamoenju juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Bunganya yang mencolok mampu menarik kunjungan lebah dan kupu-kupu. Kehadiran serangga penyerbuk tersebut membantu meningkatkan proses penyerbukan, terutama pada ekosistem yang mengalami gangguan atau sedang dalam tahap pemulihan alami.
![]() |
| Daun tamoenju (Hibiscus surattensis) |
Yang paling menarik, tanaman liar ini menyimpan potensi besar sebagai tanaman obat. Secara turun-temurun, masyarakat Kaili di Sulawesi Tengah memanfaatkan tamoenju sebagai bahan pengobatan herbal [
6Yuliet, Khaerati, K., Anatalia, C., Faradilah, R. M. S., Hartati, V., & Sriwahyuni. (2023). Efek Antidiare Ekstrak Daun Tamoenju (Hibsicus surattensis L) (D. Marga, Ed.; Cetakan Pertama). Surabaya: Pustaka Aksara. https://www.researchgate.net/publication/375004001_EFEK_ANTIDIARE_EKSTRAK_DAUN_TAMOENJU_Hibiscus_surattensis_L
]. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang berkontribusi terhadap aktivitas biologisnya.Sejumlah studi melaporkan bahwa Hibiscus surattensis memiliki potensi sebagai antidiabetes, antiinflamasi, analgesik, antibakteri, hingga antidiare. Penelitian terhadap ekstrak tanaman ini menunjukkan peningkatan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis [
7Nurvaidah, D. (2023). Potensi antibakteri ekstrak dan fraksi daun tamoenju (hibiscus surattensis L.) terhadap bakteri staphylococcus epidermidis [Skripsi]. Palu Universitas Tadulako: FMIPA Universitas Tadulako Jurusan Farmasi. https://lib.fmipa.untad.ac.id/index.php?p=show_detail&id=3878&keywords=
], bakteri yang umumnya hidup pada manusia tetapi dapat menimbulkan infeksi serius dalam kondisi tertentu, termasuk infeksi nosokomial di fasilitas kesehatan [8Lee E, Anjum F. Staphylococcus epidermidis Infection. [Updated 2023 Apr 27]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563240/
].Potensi medisnya juga terus dikembangkan. Pada tahun 2024, Direktorat Paten, DTLST, dan RD melaporkan pengembangan formula herbonanoceutical berbasis ekstrak daun tamoenju sebagai terapi pendamping untuk komplikasi diabetes melitus [
9DIREKTORAT PATEN, DTLST, DAN RD. (2024, December 13). BERITA RESMI PATEN SEDERHANA SERI-A No. BRPS 882/XII/2024 PENGUMUMAN PATEN TANGGAL 09 Desember 2024 s/d 13 Desember 2024. DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN INTELEKTUAL. https://dgip.go.id/uploads/berita_resmi/file/54c2126d33edf35ad557362d1172d557.pdf
]. Di Benin, Afrika Barat, tanaman ini bahkan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu menangani malaria [10TIKO, G. H., MEDJIGBODO, A., ADAMOU, R., AMOUSSA, A. M. O., DJOGBENOU, L. S., & LAGNIKA, L. (2020). Scientific Baseline Information for the Potential Use of Hibiscus surattensis L against Malaria: Phytochemistry and Biological Studies. Journal of Drug Delivery and Therapeutics, 10(5-s), 127-135. https://doi.org/10.22270/jddt.v10i5-s.4491
].![]() |
| Tanaman tamoenju (Hibiscus surattensis) yang tumbuh liar di lahan bekas pabrik sitrun Kepanjen, Kabupaten Malang |
Tidak hanya berguna di bidang kesehatan, tamoenju juga memiliki nilai estetika. Bunganya yang cerah dan bentuk pertumbuhannya yang unik membuat tanaman ini layak dipertimbangkan sebagai tanaman hias. Di beberapa daerah, tanaman ini juga dipelihara untuk dimanfaatkan serat daunnya yang mengandung koagulan karet [
11Global Plants. (n.d.). Hibiscus surattensis Linn. [family MALVACEAE]. JSTOR. Retrieved June 07, 2026, from https://plants.jstor.org/stable/10.5555/al.ap.upwta.4_64
].Perjumpaan dengan tamoenju di lahan bekas pabrik sitrun Kepanjen menunjukkan bahwa kekayaan hayati sering kali hadir di tempat-tempat yang tak terduga. Di balik penampilannya yang sederhana sebagai tanaman liar perambat, tersimpan sejarah panjang, manfaat pangan, potensi obat, hingga peran ekologis yang penting.
Tamoenju mengajarkan bahwa tidak semua tumbuhan yang tumbuh di antara gulma adalah tanaman biasa; sebagian di antaranya justru menyimpan nilai yang baru disadari ketika kita berhenti sejenak untuk memperhatikannya. *** [070626]





Tidak ada komentar:
Posting Komentar