“It is nice finding that place where you can just go and relax.” -- Moises Arias
Kesibukan seharian terkadang membuat siapa pun membutuhkan jeda. Tidak harus lama, cukup beberapa saat untuk menikmati suasana yang berbeda, menyeruput minuman favorit, dan membiarkan pikiran beristirahat dari rutinitas. Momen itulah yang saya rasakan pada Selasa (23/06) malam.
Sepulang menghadiri Anniversary Enumerator NIHR UB Banyuwangi dan mengambil cucian di Keysa Laundry Cluring, saya bersama Enumerator Desa Kaliploso, Rahmanurraudhotul Amin, SKM, memutuskan untuk singgah sejenak di Papaluwa Kopi Indonesia yang berlokasi di Jalan Banyuwangi, Dusun Purwosari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi.
Kedai kopi yang berada di jalur utama depan Pasar Benculuk, tidak jauh dari kawasan wisata De Djawatan dan berdampingan dengan Sego Tempong Mbak Har itu menjadi pilihan tepat untuk melepas penat.
Papaluwa dikenal sebagai penyedia kopi Indonesia dengan beragam pilihan minuman berbahan dasar kopi. Selain itu, tersedia pula berbagai biji kopi yang dapat dibawa pulang sebagai oleh-oleh atau dinikmati sendiri di rumah.
![]() |
| Tampilan ruang outdoor di halaman belakang Papaluwa Kopi Indonesia di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi |
Memasuki area kedai, pengunjung disuguhkan pilihan menu yang cukup beragam. Mulai dari espresso based, es kopi susu, milk based, manual brewing, tea based, hingga aneka dessert dan snack. Variasi menu tersebut membuat Papaluwa tidak hanya menjadi tempat bagi para penikmat kopi, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin bersantai sambil menikmati minuman dan kudapan ringan.
Menariknya, kunjungan kali ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dua bulan sebelumnya. Pada Sabtu (04/04) lalu, saya pernah mampir ke Papaluwa bersama Field Supervisor dan dua Enumerator COM-B Desa Sarimulyo. Saat itu, area kedai belum seluas sekarang. Ruang terbuka di bagian belakang bahkan belum tersedia.
Kini, Papaluwa menghadirkan area outdoor yang memberikan nuansa lebih santai dan nyaman. Saya dan Rahman memilih duduk di bagian belakang tersebut. Suasananya terasa hangat dan menenangkan. Sebuah papan bercahaya menempel pada dinding beton, menjadi titik perhatian yang menarik di tengah desain sederhana namun estetik. Kehadiran tanaman lidah mertua (Dracaena trifasciata 'Laurentii') semakin memperkuat kesan hijau dan asri di sudut-sudut ruang terbuka itu.
Pada kesempatan tersebut, saya memesan Lechy Tea (Ice), perpaduan ekstrak daun teh pilihan dengan buah leci yang menghasilkan rasa segar dan ringan. Sebagai teman bersantai, saya juga menikmati donat labu yang lembut dan manis. Sementara obrolan ringan mengalir, suasana malam Benculuk terasa berjalan lebih lambat dan damai.
![]() |
| Santai sejeank di Papaluwa Kopi Indonesia Benculuk |
Momen sederhana seperti ini mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal-hal besar. Kadang, ia hadir dalam bentuk secangkir minuman dingin, percakapan santai bersama rekan kerja, dan tempat yang nyaman untuk beristirahat sejenak dari kesibukan.
Ungkapan aktor Amerika Moises Arias tampaknya sangat tepat menggambarkan suasana tersebut:
“Sungguh menyenangkan menemukan tempat di mana Anda bisa pergi dan bersantai.”
Kalimat sederhana itu seolah menemukan maknanya di Papaluwa, sebuah ruang singgah yang menawarkan kenyamanan bagi siapa saja yang ingin menikmati jeda di tengah aktivitas sehari-hari.
Jarum jam menunjukkan pukul 20.30 WIB ketika saya dan Rahman akhirnya beranjak meninggalkan Papaluwa. Dari Benculuk, kami kembali menuju basecamp Tim Enumerator Baseline Survey di Jalan Pahlawan RT 01 RW 06 Dusun Sumberwaru, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, yang berjarak sekitar tiga kilometer.
Perjalanan malam itu terasa ringan. Barangkali karena energi telah kembali terisi, atau mungkin karena kami baru saja menemukan sebuah tempat yang tepat untuk santai sejenak. *** [250626]



Tidak ada komentar:
Posting Komentar