Minggu, September 06, 2026

Papilio demoleus, Si Cantik Lahir di Daun Jeruk

  Budiarto Eko Kusumo       Minggu, September 06, 2026
Di sudut barat Pendopo Balai Dusun Sumberjo, yang berada di Dusun Sumberjo RT 05 RW 01 Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, seekor kupu-kupu dengan sayap hitam berpita kuning mendarat lembut di atas bunga bugenvil warna merah muda.
Ia adalah Papilio demoleus, si cantik yang lahir dari daun jeruk, makhluk yang dalam satu siklus hidup bisa menjadi hama rakus, lalu bermetamorfosis menjadi simbol keindahan yang memesona. 
Saat menghadiri pemeriksaan spirometri di pendopo itu pada Sabtu (29/08), saya tertegun oleh gerakan sayap yang ritmis. Kupu-kupu itu terbang rendah, lalu hinggap di atas bunga bugenvil (Bougainvillea glabra), seolah ingin memperlihatkan diri sebelum kembali ke udara. 
Di Indonesia, kupu-kupu tersebut lebih akrab disebut “kupu-kupu jeruk”, julukan yang lahir dari kebiasaan ulatnya yang menjadikan pohon jeruk sebagai rumah sekaligus ladang makan.
Nama ilmiahnya, Papilio demoleus Linnaeus, 1758, menyimpan jejak bahasa dan mitologi. Papilio berasal dari bahasa Latin yang berarti “kupu-kupu” [
1Merriam-Webster. (n.d.). Papilio. In Merriam-Webster.com dictionary. Retrieved September 4, 2026, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/papilio
], sementara demoleus merujuk pada Demoleus, prajurit Akhaia dalam Perang Troya yang gugur di tangan Aeneas [
2Contributors to Wikimedia projects. (2021, May 3). Demoleus - Wikipedia. Translate; Wikimedia Foundation, Inc. https://en-wikipedia-org.translate.goog/wiki/Demoleus?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
].
 
Kupu-kupu jeruk (Papilio demoleus) memiliki probosis panjang yang memungkinkannya mengisap nektar dari bunga

Carolus Linnaeus (1707-1778), bapak tatanama biologi, memang gemar memberi nama spesies kupu-kupu dengan tokoh-tokoh mitologi Yunani, melanjutkan pola yang sama pada Papilio machaon.
Di seluruh dunia, ia dikenal dengan banyak nama, di antaranya citrus swallowtail, lime butterfly, lemon caterpillar, chckered swallowtail (Inggris); indischer Citrusschwalbenschwanz (Jerman); limoenvlinder (Belanda); voilier échiquier (Prancis); mariposa del Limón, papilio ajedrezado (Spanyol); macaone limone (Italia); nusaybin güzeli (Turki); dan di tanah air, kupu-kupu jeruk.
Kupu-kupu jeruk (Papilio demoleus) termasuk dalam famili Papilionidae dan memiliki daerah sebaran yang sangat luas: dari Semenanjung Arabia, Afganistan, India, Nepal, Tiongkok Selatan, Jepang, Asia Tenggara, hingga kepulauan Pasifik. Di Indonesia, populasinya tercatat di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Talaud, Kepulauan Sula, Papua, Alor, Flores, dan Sumba [
3Al Khairi, Y. (n.d.). Papilio Demoleus, Spesies Kupu-Kupu Penyuka Pohon Jeruk. Greeners.Co. Retrieved September 5, 2026, from https://www.greeners.co/flora-fauna/papilio-demoleus-spesies-kupu-kupu-penyuka-pohon-jeruk/
].
Siklus hidup Papilio demoleus adalah metamorfosis sempurna, mulai dari telur (ovum), larva/ulat (caterpillar), pupa (kepompong), dan imago (kupu-kupu dewasa). Telur-telur kecil diletakkan di daun tanaman inang, biasanya spesies jeruk seperti jeruk nipis (Citrus aurantiifolia), jeruk lemon (Citrus limon), dan jeruk purut (Citrus hystrix). Dari sana, larva menetas dan memulai fase paling rakus dalam hidupnya.
Berbeda dengan kebanyakan kupu-kupu swallowtail (ekor wallet) lainnya, Papilio demoleus tidak memiliki ekor yang menonjol. Namun, julukan “Kupu-kupu Kematian” (Butterfly of Death) pernah melekat padanya, bukan karena keindahan sayapnya, melainkan karena nafsu makan larvanya yang luar biasa [
4Hossain,M. A. and Islam,Z. and Rafiquzzaman,M., pwkb.20157800228, PlantwisePlus Knowledge Bank, doi:10.1079/pwkb.20157800228, CABI International, Citrus Butterfly, (2020)
].
 
Kepak sayap kupu-kupu jeruk (Papilio demoleus)

Ulat ini mampu melucuti seluruh dedaunan di area pembibitan, bahkan menyebabkan kematian bibit jeruk dalam waktu singkat. Di India, ia tercatat sebagai hama serius bagi tanaman jeruk, terutama pada bibit muda setinggi 1–2 kaki [
5Lewis, D. S. (2009). Lime Swallowtail, Chequered Swallowtail, Citrus Swallowtail Papilio demoleus Linnaeus (Insecta: Lipidoptera: Papilionidae). EDIS, 2009(2). https://doi.org/10.32473/edis-in786-2009
].
Seiring pertumbuhan, larva berkembang menjadi pupa, lalu bertransformasi menjadi imago yang memesona. Sayap atasnya berwarna hitam dengan pita kuning lebar yang tidak beraturan, dihiasi banyak bercak putih. Pada bagian atas sayap belakang, terdapat bercak merah di area tornal yang dikelilingi tepian biru [
6Sarada, G., Gopal, K., Venkata Ramana, K., Mukunda Lakshmi, L., & Nagalakshmi, T. (2013). Citrus Butterfly (Papilio Demoleus Linnaeus) Bioiogy and Management: A Review. Research and Reviews: Journal of Agriculture and Allied Sciences, 3(1), 17–25. https://www.rroij.com/open-access/citrus-butterfly-papilio-demoleus-linnaeus-bioiogy-and-management-a-review-17-25.pdf
].
Papilio demoleus adalah paradoks berjalan. Di satu sisi, ia adalah hama yang ditakuti petani jeruk; di sisi lain, ia adalah lukisan hidup yang terbang bebas di udara. Ulatnya merusak, tetapi kupu-kupunya memikat. Ia mengajarkan bahwa keindahan tidak selalu lahir dari ketenangan, melainkan bisa juga dari kehancuran yang bertransformasi.
Di Desa Wringinagung, ia hinggap di tanaman bugenvil seolah ingin menunjukkan sisi lembutnya. Mungkin itu adalah cara ia meminta maaf atas kerusakan yang pernah dibuatnya di pohon jeruk. Atau mungkin, ia hanya ingin reminding kita, bahwa setiap makhluk punya cerita, dan setiap cerita punya dua sisi.
Papilio demoleus bukan sekadar kupu-kupu. Ia adalah simbol metamorfosis, keindahan yang lahir dari kehancuran, dan keseimbangan alam yang kompleks. Di balik sayapnya yang hitam dan kuning, tersimpan kisah panjang tentang mitologi, sains, dan kehidupan petani jeruk. Ia adalah si cantik yang lahir dari daun jeruk - makhluk kecil yang membawa pesan besar tentang transformasi dan keindahan. *** [060926]


logoblog

Thanks for reading Papilio demoleus, Si Cantik Lahir di Daun Jeruk

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog