Senin, Oktober 02, 2023

Orthosiphon aristatus, Tanaman Yang Bunganya Mirip Kumis Kucing

  Budiarto Eko Kusumo       Senin, Oktober 02, 2023
Kumis kucing (Orthosiphon aristatus)

Pada 22 September 2023 pukul 17.52 WIB, bibi saya yang bermukim di Tangerang Selatan mengupload foto tanaman kumis kucing di group Keluarga Soenarto, sebuah group WhatApps dari trah Soenarto – garis keturunan ibu. Dinamakan kumis kucing karena tanaman ini memiliki kumpulan sari bunga yang panjang dan menjulur dari dua sisi berbeda, mirip kumisnya seekor kucing.
Nama ilmiah dari tanaman kumis kucing ini adalah Orthosiphon aristatus (Blume) Miq. Nama genus Orthosiphon berasal dari bahasa Yunani yang merupakan gabungan dari kata “orthos” (lurus, tegak) dan “siphon” (tabung), mengacu pada tabung mahkota. Sedangkan, nama spesiesnya, aristatus, berasal dari bahasa Latin “aristatus” dari akar kata “arista” (tenda paku), dengan mengacu pada bentuk bunganya [
1Puccio, Pietro (Text) & Beltramini, Mario (English translation). Orthosiphon aristatus. Retrieved from https://www.monaconatureencyclopedia.com/orthosiphon-aristatus/?lang=en
].
Spesies ini mula-mula dideskripsikan secara ilmiah pada tahun 1825 oleh Carl Ludwig von Blume (1796-1862), Komisari Pelayanan Medis Sipil, Direktur Kebun Raya Nasional di Bogor (Commissaris Voor Den Burgerlijken Geneeskundigen Dienst, Directeur Van ‘s Lands Plantentuin Te Buitenzorg), sebagai Ocimum aristatum dalam Bijdragen tot de flora van Nederlandsch Indië. 13de Stuk. [
2Blume, C. L. (1825). Bijdragen tot de flora van Nederlandsch Indië. 13de Stuk. Batavia: Ter Lands Drukkerij. Retrieved from https://www.biodiversitylibrary.org/item/9225
], atau Bijdr. Fl. Ned. Ind. 14: 833 (1825).
Kemudian pada tahun 1858, Ocimum aristatum dikoreksi dan direvisi oleh Friedrich Anton Wilhelm Miquel (1811-1871), seorang ahli botani Belanda, menjadi Orthosiphon aristatus yang dipublikasikan dalam Flora van Nederlandsch Indie. Tweede Deel, atau Fl. Ned. Ind. 2: 943 (1858) [
3https://www.ipni.org/n/453446-1
].
Pada publikasi itu juga diterangkan bahwa spesies Orthosiphon aristatus yang dianalisa secara ilmiah oleh Miquel dikumpulkan dari Jawa: Pacitan (Thomas Horsfield) dan Batavia (Carl Ludwig von Blume), serta dari Borneo (Pieter Willem Korthals).
Nama lain (common names) dari Orthosiphon aristatus adalah morrhårsmynta (Swedia), Java-tea, cat's-whiskers, whiskerplant (Inggris), Javateepflanze, katzenbart (Jerman), thé de Java, moustache de chat (Prancis), orthosiphion (Portugis), tè di Giava (Italia), mao xu cao (China), mulisu-kuchin (Jepang), râu mèo, cay bong bac (Vietnam), hnwàd mêew (Laos), kapen prey (Kamboja), yaa nuat maeo (Thailand), kumis kuching (Malaysia), kumis kucing (Indonesia), remuk jung (Jawa), balbas-pusa, kabling-gubat (Filipina) [
1Puccio, Pietro (Text) & Beltramini, Mario (English translation). Orthosiphon aristatus. Retrieved from https://www.monaconatureencyclopedia.com/orthosiphon-aristatus/?lang=en
,
4Orthosiphon aristatus (Blume) Miq. in GBIF Secretariat. GBIF Backbone Taxonomy. Checklist dataset https://doi.org/10.15468/39omei accessed via GBIF.org on 2023-10-01.
,
5B. Dzulkarnain, Lucie Widowati, A. Isnawati & H.J.C. Thijssen. (19 September 2022, at 18:44.). Orthosiphon aristatus (PROSEA). Retrieved from https://uses.plantnet-project.org/en/Orthosiphon_aristatus_(PROSEA)
].
Di Indonesia, tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus) memiliki nama lokal dari sejumlah daerah. Kumis kucing (Melayu), kumis ucing (Sunda), remuk jung (Jawa), se-selaseyan, songkot koceng (Madura).
Kumis kucing (Java-tea) termasuk dalam famili Lamiaceae. Ia merupakan tumbuhan terna berbatang basah, tumbuh tegak, dan pada bagian bawah berakar di bagian buku-bukunya. Tinggi tanaman bisa mencapai 2 meter.
Batangnya berbentuk segi empat dan berbulu pendek. Daun kumis kucing merupakan daun tunggal, tepi daun bergerigi dan berbulu halus, ujungnya meruncing. Bunganya tersusun dalam bentuk tandan dalam jumlah banyak. Benang sarinya panjang menjulur ke dua sisi berwarna putih, mirip dengan kumis hewan kucing (Felis silvestris).
Selain dimanfaatkan sebagai tanaman hias, tumbuhan kumis kucing telah digunakan masyarakat Indonesia sebagai ramuan tradisional sejak lama. Caranya, daunnya dikeringkan di bawah sinar matahari, lalu diseduh dengan air panas selama lima menit seperti teh.
Waktu saya masih di bangku sekolah dasar (SD) sering melihat nenek di Kartopuran, Solo, kerap merebus tanaman ini untuk mbancarke pipis (melancarkan air seni). Tanaman ini juga mencegah hipertensi, meringankan batuk, mencegah asam urat serta mencegah kesehatan ginjal.
Dalam penelitian Dr. Salah Abdalrazak Alshehade et. al (2023) [
6Alshehade, S.A.; Al Zarzour, R.H.; Mathai, M.; Giribabu, N.; Seyedan, A.; Kaur, G.; Al-Suede, F.S.R.; Majid, A.M.S.A.; Murugaiyah, V.; Almoustafa, H.; et al. Orthosiphon aristatus (Blume) Miq Alleviates Non-Alcoholic Fatty Liver Disease via Antioxidant Activities in C57BL/6 Obese Mice and Palmitic–Oleic Acid-Induced Steatosis in HepG2 Cells. Pharmaceuticals 2023, 16, 109. https://doi.org/10.3390/ph16010109
] dijelaskan kegunaan konsumsi ekstrak air secara komunal sebagai teh sehari-hari untuk berbagai manfaat kesehatan. Hasilnya, penggunaan Orthosiphon aristatus secara efektif, khususnya fraksi polar untuk meringankan gangguan metabolisme dan penyakit hati berlemak non alkohol (non-alcoholic fatty liver disease/NAFLD), dan penyakit kardiovaskular (cardiovascular disease/CVD).
Karena patofisiologi NAFLD yang kompleks, NAFLD baru-baru ini diklasifikasikan sebagai penyakit multi-sistemik karena biasanya berhubungan dengan penyakit kardiovaskular (CVD), penyakit ginjal kronis, diabetes tipe 2, obesitas dan dislipidemia (kondisi yang terjadi saat kadar lipid (lemak) dalam darah tidak normal). *** [021023]


logoblog

Thanks for reading Orthosiphon aristatus, Tanaman Yang Bunganya Mirip Kumis Kucing

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog