Sabtu, Maret 22, 2025

Cucumis melo, Tanaman Melon Yang Gemar Merambat

  Budiarto Eko Kusumo       Sabtu, Maret 22, 2025
Di halaman Grajen Coffee Shop yang beralamatkan di Jalan Grajen, Banurejo RT 05 RW 01 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, banyak tanaman yang tumbuh menghijau di musim penghujan ini.
Di bawah pohon belimbing (Averrhoa carambola), terlihat tanaman melon yang tumbuh merambat di batang-batang jeruk kasturi yang telah mengering karena mati. Bunganya bermunculan berwarna kuning, dan satu buah kecil menggantung di batangnya yang beralur dengan dipenuhi rambut putih panjang.
Tanaman melon memiliki nama ilmiah Cucumis melo L. Nama genus Cucumis berasal dari bahasa Latin yang berarti mentimun [
1Merriam-Webster. (n.d.). Cucumis. In Merriam-Webster.com dictionary. Retrieved March 22, 2025, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/Cucumis
]. Sedangkan, julukan khusus melo berasal dari bahasa Latin dari kependekan melopepo, yang berarti “melon, melon berbentuk apel” [
2Santanna, C. V., & Bradtke, J. (2013, May 19). Cucumis melo (R. J. Burnham, Ed.). Censusing Lianas In Mesic Biomes of Eastern RegionS (CLIMBERS) ; University of Michigan College of Literature, Sciences and the Arts. https://climbers.lsa.umich.edu/cucumis-melo/
].

Buah melon (Cucumis melo) yang masih muda

Nama ilmah Cucumis melo diperkenalkan oleh botaniwan Swedia Carolus Linnaeus (1707-1778) pada tahun 1753, dan dipublikasikan dalam Species Plantarum, Exhibentes Plantas Rite Cognitas, Ad Genera Relatas, Cum Differentiis Specificis, Nominibus Trivialibus, Synonymis Selectis, Locis Natalibus, Secundum Systema Sexuale Digestas. (Tomus II), atau Sp. Pl.2: 1011 (1753).
Selain nama binomial, Cucumis melo mempunyai nama-nama umum (common names): cantaloupe, melon, honeydew, muskmelon (Inggris); verkcomeloni, meloni (Finlandia); netmelon (Denmark); Kantalupe, Melone, Netzmelone (Jerman); meloen, nutmeg (Belanda); concombre melon (Prancis); meloncillo, melonera, melón (Spanyol); meloa, meloeiro, melão (Portugis); melone, pepone (Italia); acur, kavun (Turki); bettikh, aggûr’, qâwûn, shammâm (Arab); ervaru (Sansekerta); piety (Myanmar); taeng thai (Thailand); melon (Indonesia); tián guā (China); meron (Jepang); cham oe (Korea); muskmelon (Amerika).
Tanaman melon (Cucumis melo) termasuk dalam famili Cucurbitaceae (suku labu-labuan). Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim tropis kering. Spesies ini memiliki kebiasaan tumbuh menjalar dengan merambat media yang ada atau menjuntai.

Pucuk daun melon (Cucumis melo) yang dikelilingi bunga dan sulur

Cucumis melo
(melon) berbatang bulat, bercabang panjang, dan berbulu. Daunnya bersudut besar, hampir bulat dengan urat menonjol, dan tepi daun dilapisi dengan gigi runcing. Tangkai daun panjang dan bersulur sederhana.
Bunganya berwarna kuning cerah terdiri dari 5 kelopak berbentuk telur hingga oval, keriput. Urat memanjang pada kelopak menonjol. Buahnya sangat bervariasi dalam ukuran, bentuk, tekstur, dan rasa. Buah ini mengandung banyak biji putih kekuningan yang berbentuk lonjong.
Melon (Cucumis melo) merupakan tanaman hortikultura komersial yang penting di dunia. Karena dagingnya yang manis dan berair serta aromanya yang musk, melon menarik minat banyak konsumen dan juga diolah oleh industri makanan menjadi berbagai produk makanan (misalnya jus, salad buah, makanan penutup, buah kaleng, dan es krim).

Tanaman melon (Cucumis melo) yang merambat di batang kering jeruk kasturi di halaman Grajen Coffee Shop Banurejo, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang

Data dari FAOSTAT (Food and Agriculture Organization of the United Nations Statistical Analysis) pada tahun 2021 menunjukkan bahwa produksi melon tahunan di seluruh dunia sekitar 29 juta ton, dengan produksi terbesar di Asia (77%), diikuti oleh Amerika (11,5%) dan Eropa (6,9%). Sebagai buah musiman, sekitar 70% melon dikonsumsi langsung sebagai buah segar oleh rumah tangga dan sisanya diolah menjadi produk makanan [
3Zhang, G., Li, Z., Liu, L., & Xiang, Q. (2024). Road to valorisation of melon seeds (Cucumis melo L.): a comprehensive review of nutritional profiles, biological activities, and food applications. Sustainable Food Technology, 2(5), 1166–1182. https://doi.org/10.1039/d4fb00119b
].
Selain dikenal sebagai tanaman hortikultura yang penting, Cucumis melo juga memiliki khasiat obat. Raja Soh et. al. dalam review articleA Scoping Review on Cucumis melo and Its Anti-Cancer Properties” (2024, Malay J Med Sci, 31(4): 63-77) melaporkan bahwa Cucumis melo, yang lebih dikenal dengan kultivarnya, melon, merupakan tanaman penting secara ekonomi dalam famili Cucurbitaceae. Kulit dan biji melon telah menunjukkan potensi pengobatan karena berbagai kualitas biologisnya, termasuk efek antiradang, antikanker, antibakteri, hepatoprotektif, dan imunomodulatori untuk mengobati penyakit kardiovaskular, diabetes, dan edema.
Edema sendiri, adalah pembengkakan yang disebabkan oleh penumpukan cairan berlebih di dalam jaringan atau organ tubuh. Edeman dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, seperti lengan, kaki, perut, wajah, dan organ vital seperti paru-paru. *** [220325]


logoblog

Thanks for reading Cucumis melo, Tanaman Melon Yang Gemar Merambat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog