Kamis, Maret 13, 2025

Macroptilium lathyroides, Kacang Batang Yang Mirip Siratro

  Budiarto Eko Kusumo       Kamis, Maret 13, 2025
Pada saat mendampingi Tim Sosiologi Universitas Brawijaya (UB) melakukan orientasi lapangan di Desa Tlogorejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, saya menjumpai tanaman polong-polongan berbunga indah dan mencolok.
Tanaman tersebut tumbuh di pinggiran Waduk Karangkates. Saya sempat memotret ketika perahu rombongan Tim Sosiologi UB merapat di Dermaga Wisata Rajut Indah di Dusun Kecopokan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung. Begitu pula, ketika perahu kembali ke Dermaga Dadapan yang ada di wilayah Desa Tlogorejo, saya juga menemukan lagi tanaman tersebut.
Ketika saya bertanya tanaman apakah itu? Umumnya warga yang ada di sekitar itu tidak mengenal namanya. Akhirnya, saya melakukan searching di dunia maya, dan mendapati nama tanaman tersebut di Indonesia adalah kacang batang [
1Tropical Forages. (n.d.). Macroptilium lathyroides. Tropical Forages. Retrieved March 13, 2025, from https://tropicalforages.info/text/entities/macroptilium_lathyroides.htm
].
Sepintas, tanaman kacang batang ini mirip sekali dengan kerabatnya yang lebih populer, siratro (Macroptilium atropurpureum). Yang membedakannya adalah bunga kacang batang berwarna lebih terang daripada bunga siratro.

Bunga kacang batang (Macroptilium lathyroides)

Tanaman kacang batang memiliki nama ilmiah Macroptilium lathyroides (L.) Urb. Nama genus Macroptilium berasal dari bahasa Yunani dari gabungan kata “makros” (besar) dan “ptilon” (bulu halus), kemungkinan mengacu pada daun majemuk tanaman tersebut [
2Some Magnetic Island Plants. (2019, January 31). Macroptilium lathyroides (L.) Urb. 1928. Some Magnetic Island Plants. https://www.somemagneticislandplants.com.au/phasey-bean
]. Sedangkan, julukan khusus lathyroides memiliki arti “menyerupai (tanaman dari genus) Lathyrus” [
3Discover Cyprus. (n.d.). Vicia lathyroides. Discover Cyprus: History and Flora of Cyprus. Retrieved March 13, 2025, from https://cyprustravels.org/fabales/vicia-lathyroides/
].
Spesies tanaman ini mula-mula diperkenalkan dan dideskripsikan oleh botaniwan Swedia Carolus Linnaeus (1707-1778) pada tahun 1763 sebagai Phaseolus lathyroides, dan dipublikasikan dalam Species Plantarum, Exhibentes Plantas Rite Cognitas, Ad Genera Relatas, Cum Differentiis Specificis, Nominibus Trivialibus, Synonymis Selectis, Locis Natalibus, Secundum Systema sexuale Digestas (Tomus II), atau Sp. Pl., ed. 2. 2: 1018 (1763).
Kemudian pada tahun 1928, botaniwan Jerman Ignatz Urban (1848-1931) merevisi dan mengklasifikasikan Phaseolus lathyroides ke dalam genus Macroptilium menjadi Macroptilium lathyroides, dan dipublikasikan dalam Symbolae Antillanae, Seu, Fundamenta Florae Indiae Occidentalis (Vol. IX), atau Symb. Antill. (Urban). 9(4): 457 (1928).
Selain nama binomial, Macroptilium lathyroides mempunyai nama-nama umum (common names): phasey bean, scarlet bean, wild pea bean (Inggris); platterbsenartige Bohne (Jerman); macroptilium à fleur rouge (Prancis); frijolillo de arroz (Spanyol); thua-phi (Thailand); kacang batang (Indonesia); da yi dou (China); fajiibiin, nanban-akabana-azuki (Jepang); pini, piinivao (Tonga); habichuela parada (Puerto Riko); contramaligna, maribari (Kuba); frijolillo Silvestre (Kolombia); tacón de campo (Bolivia); feijão-de-rola (Brasil).

Polong kacang batang (Macroptilium lathyroides)

Tanaman kacang batang (Macroptilium lathyroides) termasuk dalam famili Fabaceae (suku polong-polongan), dan daerah asal spesies ini adalah Amerika Tropis & Subtropis. Ia tumbuh di bioma tropis yang kering secara musiman.
Macroptilium lathyroides (kacang batang) merupakan tanaman polong-polongan tegak dengan batang yang tingginya mencapai 1,5 m. Kacang batang merupakan tanaman tahunan (jarang yang dua tahunan); batangnya berkayu di pangkalnya; daunnya bercabang tiga menyirip, anak daunnya lonjong – belah ketupat, 3-8 x 1-3,5 cm, tepi daun rata, lancip di pangkal, lancip-tumpul di ujung; perbungaan dalam tandan, panjang 15-25 cm (jarang mencapai 50 cm); bunganya khas papilionoid, berwarna merah hingga merah-ungu, diameter 1-1,5 cm; polong berbentuk linier, panjang 5,5-12 cm, berisi 20-30 biji [
4Wijaya, I. M. S., & Kriswiyanti, E. (2022). Leaf Epidermal Comparison of Phasey Bean (Macroptilium lathyroides) and Siratro (Macroptilium atropurpureum). EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA, 23(02), 78–87. https://doi.org/10.24036/eksakta/vol23-iss02/317
].
Dikutip dari laman Health Benefits Times, tanaman kacang batang ini pertama kali ditanam oleh penduduk setempat di Brasil karena sangat menyehatkan. Kacang merupakan sumber protein utama dan makanan penting lainnya bagi masyarakat awal ini.
Pada tahun 1600-an, penjelajah Spanyol menemukan kacang batang dan membawanya ke Eropa, di mana kacang ini dengan cepat menjadi tanaman pangan yang terkenal dan ditanam dalam skala besar. Orang Spanyol juga menyebarkan kacang batang ke Afrika dan Asia, di mana kacang ini menjadi semakin populer.

Tanaman kacang batang (Macroptilium lathyroides) yang tumbuh di pinggir Waduk Karangkates, Dusun Kecopokan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang

Kemudian, pada abad ke-19, kacang batang dibawa ke Amerika Utara untuk pakan ternak. Para petani dengan cepat memilih tanaman ini karena mudah tumbuh dan memiliki banyak manfaat kesehatan. Kacang batang kini tumbuh di seluruh dunia, termasuk AS, Amerika Selatan, Afrika, dan Asia.
Meskipun Macroptilium lathyroides (kacang batang) ditanam di seluruh dunia, kacang ini tetap menjadi bagian penting dari banyak makanan tradisional. Kacang merupakan makanan utama di banyak bagian dunia. Kacang merupakan sumber protein dan nutrisi penting lainnya. Tanaman ini juga berharga karena membantu menjaga kesehatan bumi dan karena mengandung nitrogen, yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman.
Selain itu, tanaman kacang batang (Macroptilium lathyroides) ini juga dalam pengobatan tradisional sebagai antipiretik atau penurun panas, dan alkaloid serta kumarinnya merupakan kelompok metabolit sekunder yang bertanggung jawab atas aktivitas antibakteri [
5Fuentes, J.L.T.L. & Fuentes, D.P. & Herrera, G.C.. (2017). In vitro antibacterial activity of extracts and 20 % tinctures of macroptilium lathyroides (L.) urban (phasey bean). Revista Cubana de Plantas Medicinales. 22. https://www.researchgate.net/publication/333380821_In_vitro_antibacterial_activity_of_extracts_and_20_tinctures_of_macroptilium_lathyroides_L_urban_phasey_bean
].
Sedangkan penelitian dari Prabu et. al. (2025) [
6Prabu, P., & Losetty, V. (2025). Fabrication of Macroptilium lathyroides (L) mediated silver nanoparticles and their structural elucidation, antimicrobial, anticancer, antioxidant, and photocatalytic dye degradation applications. Journal of Molecular Structure, 1329, 141441. https://doi.org/10.1016/j.molstruc.2025.141441
] mengungkap preparasi nanopartikel perak (Ag NPs) dengan menggunakan ekstrak air daun Macroptilium lathyroides melalui pendekatan hijau berpotensi sebagai agen yang menjanjikan untuk menghilangkan zat warna berbahaya dari air limbah yang dihasilkan oleh industri dan aplikasi biomedis, seperti antimikroba, antikanker, dan antioksidan. *** [130325]


logoblog

Thanks for reading Macroptilium lathyroides, Kacang Batang Yang Mirip Siratro

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog